APBD Jatim 2026, DPRD Minta Pemprov Terus Gali Potensi PAD
Tantangan pendapatan daerah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Timur 2026 harus menjadi perhatian serius Pemprov Jawa Timur.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Dwi Prastika
Poin Penting:
- Pendapatan daerah Jawa Timur mengalami stagnasi bahkan diproyeksi turun.
- Berdasarkan nota keuangan gubernur yang disampaikan sebelumnya, pendapatan daerah dalam APBD Jatim 2026 diproyeksi Rp 28,26 triliun, sedangkan belanja daerah Rp 29,25 triliun.
- Proyeksi penurunan pendapatan daerah harus menjadi peringatan dini atas penurunan kapasitas fiskal daerah di dalam membiayai setiap komponen belanja daerah.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tantangan pendapatan daerah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Timur 2026 harus menjadi perhatian serius Pemprov Jawa Timur.
Sebab, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pendapatan daerah mengalami stagnasi bahkan diproyeksi turun.
Dorongan ini muncul dalam Rapat Paripurna DPRD Jatim dengan agenda Penyampaian Pendapat Banggar atas Nota Keuangan Gubernur terkait Rancangan APBD 2026, Senin (22/9/2025).
Paripurna itu menjadi rangkaian pembahasan R-APBD Jatim 2026.
Berdasarkan nota keuangan gubernur yang disampaikan sebelumnya, pendapatan daerah dalam APBD Jatim 2026 diproyeksi Rp 28,26 triliun, sedangkan belanja daerah Rp 29,25 triliun.
Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Jatim, Lilik Hendarwati mengungkapkan, proyeksi penurunan pendapatan daerah harus menjadi peringatan dini atas penurunan kapasitas fiskal daerah di dalam membiayai setiap komponen belanja daerah.
Banggar meminta agar dalam pembahasan APBD Jatim 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan komisi betul-betul memperhatikan ini.
"Menelaah setiap potensi peningkatan PAD di tahun 2026, karena optimalisasi pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih di angka pertumbuhan 1,8 persen, dipandang Badan Anggaran belum pada performa yang layak," kata Lilik.
Paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Jatim, Musyafak Rouf dengan didampingi oleh jajaran wakil ketua.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa turut hadir secara langsung bersama OPD Pemprov Jawa Timur.
Dalam penjelasan Lilik, Banggar merekomendasikan agar APBD 2026 diarahkan pada penguatan kemandirian fiskal melalui upaya maksimal penggalian potensi peningkatan PAD, termasuk dengan meninjau ulang proyeksi penerimaan pajak daerah yang dinilai terlalu rendah.
Baca juga: Komisi C DPRD Jatim Genjot Optimalisasi Kinerja BUMD, Saatnya Jadi Lokomotif Perekonomian Daerah
Selain itu, diperlukan kajian menyeluruh terhadap penerimaan retribusi dan pengelolaan aset daerah yang masih stagnan serta optimalisasi pemanfaatan aset daerah yang belum produktif dengan target kinerja yang jelas.
Banggar juga menekankan pentingnya peningkatan kontribusi BUMD terhadap PAD melalui pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan pengawasan yang lebih efektif melalui pembentukan Pansus BUMD.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
Pemprov Jawa Timur
Lilik Hendarwati
Musyafak Rouf
Khofifah Indar Parawansa
TribunJatim.com
berita Jatim terkini
Tribun Jatim
| Bupati Kediri Mas Dhito Turun Langsung ke Warga, Bantu Lansia Tunanetra Pastikan Beri Bantuan |
|
|---|
| Kelakuan Pecatan Polisi, Modus Jual Innova Rp 125 Juta Lalu Dibuntuti Lewat GPS |
|
|---|
| Sapi Belgian Blue 1 Ton dari Mojokerto Jadi Pilihan Gubernur Khofifah untuk Kurban Idul Ahda 2026 |
|
|---|
| PMII Probolinggo Demo Pemkot Soroti BOSDA hingga Gaji Guru, Wali Kota Enggan Teken Fakta Integritas |
|
|---|
| Khofifah Masih Tunggu Keputusan Kementerian Terkait Pembentukan Badan Pengelola BUMD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-Rapat-Paripurna-DPRD-Jatim-dengan-agenda-Penyampaian-Pendapat-Banggar-atas-Nota-Keuangan.jpg)