Sejarah di Jatim
Sejarah Gresik dari Masa ke Masa, Awal Penyebaran Islam di Tanah Jawa
Sejarah Gresik berawal sebagai pelabuhan perdagangan, lalu menjadi pusat penyebaran Islam, dan kini tumbuh sebagai kota industri modern.
Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
Ringkasan Berita:
- Sejak abad ke-11, Gresik menjadi bandar dagang penting di pesisir utara Jawa Timur.
- Islam masuk lewat Syekh Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri, yang menjadikan Gresik pusat penyebaran agama dan pendidikan Islam.
- Sebelum Islam, Gresik berada di bawah pengaruh Hindu-Buddha, mendukung Majapahit, kemudian menjadi pelabuhan strategis pada era kolonial.
- Kini, Gresik dikenal sebagai Kota Wali dan pusat industri modern yang tetap relevan dari segi religius dan ekonomi.
TRIBUNJATIM.COM - Kabupaten Gresik memiliki sejarah panjang sebagai kota pesisir yang berperan penting dalam jalur perdagangan dan penyebaran agama di Nusantara.
Jejak kejayaannya bahkan telah tercatat sejak abad ke-11, ketika Gresik tumbuh sebagai bandar perdagangan yang ramai di pesisir utara Jawa Timur.
Menurut Thomas Stamford Raffles, nama Gresik diyakini berasal dari istilah Giri Gisik, yang berarti gunung di tepi pantai.
Penamaan ini merujuk pada kondisi geografis wilayah Gresik yang berada pada kawasan pesisir dengan perbukitan rendah di sekitarnya.
Dalam catatan masa kolonial, Gresik juga dikenal dengan sebutan Grisse atau Grissee.
Nama tersebut tercantum dalam peta dan dokumen pelayaran bangsa Eropa yang menjadikan Gresik sebagai salah satu pelabuhan penting di wilayah pesisir.
Baca juga: Sejarah Panjang Sidoarjo, Berawal dari Kerajaan Jenggala hingga Jadi Wilayah Penyangga Surabaya
Bandar Perdagangan dan Awal Masuknya Islam di Jawa
Sejak awal, Gresik dikenal sebagai bandar perdagangan internasional yang disinggahi pedagang dari berbagai negara, mulai Cina, Arab, Gujarat, Kalkuta, Siam, Campa, Bengali dan lain sebagainya.
Letaknya yang strategis di muara Bengawan Solo menjadikan Gresik sebagai simpul penting perdagangan antarpulau dan antarnegara.
Dalam catatan sejarah, nama Gresik sebagai bandar dagang mulai menonjol seiring berkembangnya agama Islam di Tanah Jawa.
Salah satu tokoh sentral tersebut adalah Syekh Maulana Malik Ibrahim yang datang ke Gresik pada awal abad ke-11 bersama Fatimah Binti Maimun.
Maulana Malik Ibrahim menyebarkan Islam melalui pendekatan sosial dan budaya.
Ia berbaur dengan masyarakat, berdagang secara jujur, membantu kaum miskin, serta mendirikan sarana pendidikan dan ibadah, sehingga ajaran Islam dapat diterima tanpa paksaan.
Selain Maulana Malik Ibrahim, sejarah Gresik juga tidak lepas dari peran Nyai Ageng Pinatih, seorang syahbandar perempuan yang berpengaruh.
Sunan Giri
Gresik
Sejarah di Jatim
Asal Usul Gresik
Tribun Jatim
TribunJatim.com
Sunan Gresik
Maulana Malik Ibrahim
sejarah Gresik
Majapahit
Islam
meaningful
| Sejarah Candi Tawangalun Sidoarjo, Jejak Peninggalan Kerajaan Majapahit dengan Legenda Putri Alun |
|
|---|
| Pesona Candi Rambut Monte, Perpaduan Sejarah, Mitos dan Keindahan Alam di Blitar |
|
|---|
| Menilik Kelenteng Tjong Hok Kiong, Simbol Toleransi dan Jejak Peradaban Tionghoa di Sidoarjo |
|
|---|
| Museum Musik Indonesia di Malang, Jejak Sejarah Nusantara dari Garasi Kecil hingga Koleksi Dunia |
|
|---|
| Jejak Kapiten The Goan Tjing di Balik Berdirinya Kelenteng Hok An Kiong Surabaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kota-Gresik.jpg)