Sejarah di Jatim

Pesona Candi Rambut Monte, Perpaduan Sejarah, Mitos dan Keindahan Alam di Blitar

Dengan perpaduan sejarah, alam, mitos, dan legenda, menjadikan Candi Rambut Monte di Blitar sebagai destinasi wisata religi yang penuh cerita.

Tayang:
Kompas.com
CANDI RAMBUT MONTE – Situs bersejarah yang diperkirakan berasal dari masa Majapahit dan dulunya digunakan sebagai tempat pemujaan umat Hindu. Bangunan dari batu andesit yang kini tersisa pada bagian kaki dan tubuh ini berada di kawasan telaga jernih berwarna biru kehijauan, yang dihuni “ikan dewa” (ikan sengkaring) serta lekat dengan legenda Mbah Monte, menghadirkan perpaduan nilai sejarah, mistis, dan keindahan alam. 

Ringkasan Berita:
  • Candi Rambut Monte di Blitar diperkirakan merupakan peninggalan masa Kerajaan Majapahit yang digunakan sebagai tempat ibadah, meski belum diketahui secara pasti.
  • Daya tarik utama kawasan ini adalah Telaga Rambut Monte dengan air jernih berwarna hijau kebiruan dan dihuni ikan sengkaring atau “ikan dewa” yang dianggap suci sehingga tidak boleh ditangkap.
  • Kawasan ini memadukan sejarah, legenda Mbah Rambut Monte, dan wisata alam, dengan fasilitas lengkap, akses mudah, serta tiket masuk terjangkau.

 

TRIBUNJATIM.COMCandi Rambut Monte menjadi salah satu destinasi wisata bersejarah di Kabupaten Blitar, Jawa Timur yang memadukan nilai religi, budaya, dan keindahan alam.

Terletak di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Blitar, kawasan ini dikenal sebagai wisata religi sekaligus wisata alam yang menarik perhatian pengunjung.

Situs ini tidak hanya menyimpan jejak peradaban masa Hindu, tetapi juga berpadu dengan pesona telaga jernih berwarna toska yang masih diselimuti berbagai mitos.

Keberadaan candi peninggalan era Kerajaan Majapahit, telaga alami, serta ikan yang dikeramatkan oleh masyarakat menjadikan Rambut Monte sebagai destinasi unik yang kaya sejarah sekaligus sarat nilai spiritual.

Asal-usul Nama Rambut Monte

Candi Rambut Monte terletak di kawasan wisata Telaga Rambut Monte, yang terletak di Desa Krisik.

Mengutip berbagai sumber, nama “Rambut Monte” sendiri memiliki makna filosofis.

Kata “rambut” berasal dari gabungan “ra” yang berarti penghormatan dan “but” yang merupakan kependekan dari buyut atau leluhur, sehingga dimaknai sebagai tempat suci untuk menghormati para leluhur.

Sementara itu, “monte” merujuk pada sejenis tumbuhan yang memiliki bentuk biji melengkung, seperti dilansir dari disbudpar.blitarkab.go.id.

Dengan demikian, Rambut Monte dapat diartikan sebagai kawasan yang sejak dahulu disucikan dan digunakan sebagai tempat pemujaan oleh masyarakat.

Selain makna filosofis tersebut, ada pula pendapat lain yang mengaitkan penamaan ini dengan bentuk hiasan kala pada candi yang menyerupai rambut atau sulur tanaman yang menjuntai, sebagaimana dilansir dari Kompas.com.

Baca juga: Fakta Menarik Candi Tapan Blitar, dari Tempat Pertapaan hingga Misteri yang Belum Terpecahkan

Struktur Candi dan Ciri Arsitektur

Candi Rambut Monte dibangun menggunakan batu andesit dengan bentuk persegi empat berukuran sekitar 2,92 x 2,96 meter dan tinggi tersisa sekitar 85 cm.

Dinukil dari sidita.disbudpar.jatimprov.go.id, saat ini bangunan candi hanya menyisakan bagian kaki (Kamadathu) dan sebagian tubuh (Rupadathu), sementara bagian atapnya telah runtuh sehingga bentuk aslinya belum dapat diketahui secara pasti.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved