Sejarah di Jatim

Sejarah Gresik dari Masa ke Masa, Awal Penyebaran Islam di Tanah Jawa

Sejarah Gresik berawal sebagai pelabuhan perdagangan, lalu menjadi pusat penyebaran Islam, dan kini tumbuh sebagai kota industri modern.

Tayang:
Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
Dok. Dinas Lingkungan Hidup Gresik
SEJARAH GRESIK - Tugu pusat perkotaan Gresik sebagai simbol perjalanan panjang sejarah Kabupaten Gresik dari masa ke masa, Jumat (16/10/2020). 

Dari kisahnya pula lahir tokoh besar bernama Jaka Samudra, yang juga dikenal sebagai Sunan Giri.

Baca juga: Menelusuri Asal-Usul Surabaya, Kota Pahlawan yang Lahir dari Heroiknya Sejarah Perlawanan

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah saat berkunjung ke makam Syech Maulana Malik Ibrahim, Senin (8/3/2021).
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah saat berziarah ke makam Syech Maulana Malik Ibrahim, Senin (8/3/2021). (TribunJatim.com/Willy Abraham)

Pusat Penyebaran Islam

Sunan Giri atau Raden Paku kemudian mendirikan pusat pemerintahan dan keagamaan di Giri Kedaton.

Dari tempat itulah Gresik berkembang sebagai pusat penyebaran Islam sekaligus kekuatan politik di wilayah Jawa Timur dan Nusantara bagian timur.

Sunan Giri dikenal tidak hanya sebagai Wali, tetapi juga sebagai penguasa pemerintahan dengan gelar Prabu Satmata atau Sultan Ainul Yaqin.

Ia dinobatkan sebagai penguasa pada 9 Maret 1487 M, tanggal yang kemudian diperingati sebagai hari lahir Kota Gresik hingga saat ini.

Kepemimpinan Sunan Giri berlangsung selama sekitar 30 tahun dan dilanjutkan oleh keturunannya hingga hampir dua abad.

Masa tersebut menandai puncak kejayaan Gresik sebagai kota religius, pusat pendidikan Islam, dan pelabuhan dagang yang ramai.

Pada abad ke-17, jabatan bupati pertama Gresik dipegang Kyai Ngabehi Tumenggung Poesponegoro. Makamnya kini berada satu kompleks dengan makam Maulana Malik Ibrahim di kawasan Kota Gresik.

Baca juga: Napak Tilas Asal Usul Sejarah Mojokerto, Tanah Awal Kejayaan Majapahit yang Menguasai Nusantara

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di makam Sunan Giri saat menjalankan tradisi Malem Selawe
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menabur bunga di makam Sunan Giri saat menjalankan tradisi Malem Selawe di Bulan Ramadan (TribunJatim.com/Willy Abraham)

Hindu-Buddha Hingga Era Kolonial

Sebelum Islam berkembang, wilayah Gresik berada di bawah pengaruh Hindu-Buddha, terutama pada masa Kerajaan Majapahit.

Dalam prasasti Karang Bogem tahun 1387 M, nama Gresik disebut sebagai kawasan yang memiliki aktivitas ekonomi, khususnya perikanan dan tambak.

Hal ini menandakan Gresik telah berperan sebagai wilayah pendukung penting Majapahit, terutama di jalur pesisir utara Jawa.

Bukti arkeologis berupa prasasti, arca, dan gerabah ditemukan di kawasan pesisir hingga pedalaman, termasuk di wilayah Pulau Bawean.

Memasuki era kolonial, Gresik kembali memainkan peran strategis sebagai pelabuhan dagang.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved