Sejarah di Jatim

Sejarah Gresik dari Masa ke Masa, Awal Penyebaran Islam di Tanah Jawa

Sejarah Gresik berawal sebagai pelabuhan perdagangan, lalu menjadi pusat penyebaran Islam, dan kini tumbuh sebagai kota industri modern.

Tayang:
Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
Dok. Dinas Lingkungan Hidup Gresik
SEJARAH GRESIK - Tugu pusat perkotaan Gresik sebagai simbol perjalanan panjang sejarah Kabupaten Gresik dari masa ke masa, Jumat (16/10/2020). 

Bangsa Portugis sempat singgah pada awal abad ke-16, disusul Belanda yang kemudian menjadikan Gresik sebagai basis perdagangan VOC sejak awal 1600-an.

Berbagai peninggalan kolonial masih dapat dijumpai hingga kini, seperti Benteng Lodewijk di muara Bengawan Solo dan Gardu Suling di kawasan kota lama.

Bangunan-bangunan ini menjadi saksi peran Gresik dalam pertahanan dan perdagangan masa kolonial.

Baca juga: Asal-usul Soto Lamongan Soto Ayam Khas Jawa Timur yang Melegenda, Resep dan Cara Membuatnya di Rumah

Gresik Masa Kini

Pasca-kemerdekaan, Gresik semula berstatus sebagai ibu kota Kabupaten Surabaya.

Status tersebut menimbulkan perbedaan antara nama kabupaten dengan ibu kotanya, karena kabupaten diberikan nama Surabaya sementara pusat pemerintahannya berada di Gresik.

Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1974, status tersebut berubah dan secara resmi ditetapkan sebagai Kabupaten Gresik dengan pusat pemerintahan di Kota Gresik.

Kini, Gresik dikenal dengan berbagai julukan, mulai dari Kota Wali, Kota Santri, hingga Kota Industri.

Keberadaan makam Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim memperkuat identitas religius, sementara tumbuhnya kawasan industri modern menjadikan Gresik sebagai salah satu pusat ekonomi Jawa Timur.

Sebagai bagian dari kawasan strategis Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan), Gresik terus berkembang di sektor industri, maritim, perdagangan, pendidikan, dan pariwisata.

Perpaduan sejarah panjang dan perkembangan modern inilah yang menjadikan Gresik tetap relevan hingga masa kini.

 

Artikel ini ditulis oleh Ayesha Naila Tsabita, peserta Studi Independen Bersertifikat Kampus Merdeka di TribunJatim.com

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved