Ramadan 2026

Sambut Ramadan, Lapas Bondowoso Gelar Tradisi Megengan Bersama Warga Binaan

Menjelang ramadan 1447 hijriah, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bondowoso menggelar tradisi Megengan pada Senin (16/2/2026) sore kemarin

Tayang:
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Ndaru Wijayanto
Lapas Bondowoso
MEGENGAN - WBP Lapas Bondowoso saat mengikuti tradisi Megengan yang dilaksanakan menjelang Ramadang 1447 hijriah, pada Senin (16/2/2026) sore. Tradisi Megengan selalu dilakukan Lapas Bondowoso saat menyambut datangnya bulan suci ramadan 

 

Ringkasan Berita:
  • Menjelang Ramadan 1447 H, Lapas Kelas IIB Bondowoso menggelar tradisi Megengan
  • Tradisi ini diakhiri dengan makan bersama, sekaligus memperkuat nilai keagamaan dan kebersamaan khas masyarakat Jawa.
  • Kalapas Bondowoso, Nunus Ananto, menekankan bahwa Megengan bukan sekadar seremonial

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sinca Ari Pangistu

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Menjelang Ramadan 1447 hijriah, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bondowoso menggelar tradisi Megengan pada Senin (16/2/2026) sore kemarin.

Tradisi Megengan di Lapas Bondowoso melibatkan seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) dalam melakuka selamatan, pembacaan doa bersama, dan tahlilan untuk mendoakan leluhur.

Kegiatan ini juga diisi dengan saling bermaaf-maafan jelang Ramadan, ditutup dengan makan bersama seluruh warga binaan.

Kalapas Bondowoso, Nunus Ananto, menegaskan bahwa tradisi ini bukan sekadar seremonial. Megengan menjadi wujud syukur atas kesempatan kembali dipertemukan dengan Ramadan.

Baca juga: Dorong Kemandirian, Puluhan Warga Binaan Lapas Bondowoso Dibekali Pelatihan Membatik

Untuk itu, ia  mengajak seluruh jajaran dan warga binaan untuk saling memaafkan, menjaga kebersamaan, serta meningkatkan kualitas ibadah selama bulan suci.

Melalui kegiatan ini, Lapas Bondowoso berharap seluruh keluarga besar Lapas dapat menyambut Ramadan dengan hati yang bersih.

"Kita usung tema Bersama dalam Doa, Bersatu dalam Maaf, Menuju Ramadan yang Penuh Rahmat," terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, Ustadz Zainullah Madzkur, Pengasuh Pondok Pesantren As Sa’adah Bondowoso, mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum introspeksi diri, memperbanyak ibadah, serta memperkuat niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

"Ramadan adalah momentum menjadikan pribadi jadi lebih baik," pungkasnya

Baca juga: Lestarikan Budaya, GAS Bondowoso Ajarkan Gamelan hingga Dongeng ke Anak-anak Secara Gratis

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved