Stok LPG 3 Kg di Bondowoso Berangsur Normal usai Sempat Langka, Tapi Harga Tembus Rp23 Ribu

Namun, harga LPG 3 Kilogran di tingkat eceran justru masih tinggi dan menembus Rp23.000 per tabung.

Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Sinca Ari Pangistu
PANTAU STOK LPG - Tim Diskoperindag dan Bagian Perekonomian Pemkab Bondowoso saat meninjau ketersediaan LPG 3 kg di salah satu agen di Kecamatan Bondowoso pada akhir Januari 2026 lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Stok LPG 3 kg di Bondowoso mulai normal setelah sempat langka.
  • Harga eceran naik dari Rp18 ribu menjadi Rp20–23 ribu per tabung.
  • Lonjakan konsumsi dipicu Ramadan, rumah tangga baru, dan program MBG.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sinca Ari Pangestu

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Setelah sempat mengalami kelangkaan beberapa pekan lalu, ketersediaan LPG 3 kg atau gas melon di Kabupaten Bondowoso kini mulai berangsur normal. 

Namun, harga di tingkat eceran justru masih tinggi dan menembus Rp23.000 per tabung.

Naira, seorang penjual pecel di Kecamatan Bondowoso, mengatakan bahwa masyarakat kini sudah menghafal jadwal pengiriman dari agen ke pangkalan. Akibatnya, stok gas yang baru datang sering kali ludes dalam hitungan menit.

"Hanya dalam waktu setengah jam sudah ludes," jelasnya saat dikonfirmasi pada Minggu (22/2/2026).

Baca juga: Peringati HPSN, PDIP dan BMI Bondowoso Bagi Bibit Pohon serta Takjil Tanpa Plastik Gratis

Stok Cepat Habis

Dari sisi harga, ibu tiga anak ini menyebut adanya kenaikan pasca kelangkaan, yakni berkisar antara Rp20.000 hingga Rp23.000 per tabung. Padahal, harga normal biasanya berada di angka Rp18.000.

Meskipun harga LPG dan kebutuhan pokok lainnya naik, Naira tetap membeli demi keberlangsungan usahanya. Ia memilih tidak menaikkan harga jualannya karena khawatir kehilangan pelanggan, melainkan menyiasatinya dengan sedikit mengurangi porsi.

Senada dengan itu, W, seorang warga Kecamatan Tlogosari, menyebutkan bahwa stok LPG 3 kg di wilayahnya sudah tidak sulit dicari.

Baca juga: Terbongkar, Pengoplosan LPG Bersubsidi Jadi Gas Portable di Sidoarjo, Omzet Rp 30 Juta Per Bulan

"Enak, cuma harga itu ada yang Rp 22 ribu. Saya kira ini efek sisa kelangkaan kemarin," ungkapnya.

Ibu rumah tangga berinisial SR, warga Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso, membenarkan pembelian gas melon di toko dekat rumahnya Rp 22 ribu per tabung.

Permintaan Meningkat Tajam

"Disini itu Rp 22 ribu, tapi harus nyerahkan tabung dan foto kopi kartu keluarga gitu. Kalau baeang datang langsung dapat," ujarnya.

Di lokasi berbeda, seorang agen LPG 3 kg di Bondowoso berinisial O menjelaskan bahwa pihaknya menerima pengiriman rutin sebanyak 150 tabung per hari. Menurutnya, pasokan dari Pertamina sebenarnya stabil, namun permintaan di masyarakat memang meningkat tajam.

"Pertamina misalnya mengirim 19.000 tabung untuk Bondowoso setiap hari, jumlah itu tidak pernah dikurangi. Namun, pemakaian memang bertambah," ujarnya.

Ia memprediksi peningkatan konsumsi ini dipicu beberapa faktor. Pertama, memasuki masa Ramadan, kebutuhan gas untuk UMKM takjil meningkat. Kedua, adanya penambahan rumah tangga baru.

Faktor ketiga yang cukup signifikan adalah keterlibatan mitra dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved