Ramadan 2026

Puasa Tanpa Sahur Tetap Sah? Ini Hukum, Keutamaan, dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Kesiangan hingga tak sempat sahur saat Ramadan? Simak penjelasan ulama, dalil hadis, serta manfaat sahur bagi kesehatan berikut ini.

Tayang:
Istimewa
HUKUM PUASA TANPA SAHUR - Ilustrasi sahur bersama. Bagaimana hukum puasa tanpa sahur serta keutamaan dan manfaat bagi kesehatan. 

Ringkasan Berita:
  • Puasa tetap sah meski tanpa sahur karena kesiangan, selama sudah berniat pada malam hari dan menahan diri dari hal yang membatalkan puasa.
  • Sahur hukumnya sunnah muakkadah, bukan rukun puasa, namun memiliki keutamaan besar dan keberkahan sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi.
  • Secara kesehatan, sahur membantu menjaga energi dan mencegah hipoglikemia, sehingga umat Islam tetap dianjurkan tidak melewatkannya.
 

 

TRIBUNJATIM.COM – Sahur menjadi salah satu momen penting dalam ibadah puasa Ramadan.

Namun, tak jarang sebagian orang kesiangan hingga tidak sempat makan sahur. Lantas, bagaimana hukum puasa tanpa sahur karena kesiangan? Apakah tetap sah?

Berikut penjelasan lengkapnya berdasarkan keterangan ulama dan dalil hadis.

Puasa Tanpa Sahur, Apakah Tetap Sah?

Ilustrasi kegiatan sahur di bulan Ramadan 2026 sebelum adzan subuh.
Ilustrasi kegiatan sahur di bulan Ramadan 2026 sebelum adzan subuh. (freepik.com)

Secara umum, sahur dimaknai sebagai kegiatan makan yang dilakukan sebelum fajar atau subuh, bagi seseorang yang akan menjalankan ibadah puasa.

Dilansir dari Kompas.com, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menegaskan bahwa puasa tetap sah meskipun seseorang tidak sahur.

“Tidak masalah. Jelas sah,” ujarnya saat dikonfirmasi Kompas.com.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa melewatkan sahur tidak mengurangi pahala puasa.

Selama seseorang telah berniat puasa pada malam hari dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, maka puasanya tetap sah.

Selaras dengan itu, Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh menyampaikan bahwa hukum sahur adalah sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan, tetapi bukan kewajiban.

Sebagaimana dilansir dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dalam fiqih Islam sahur merupakan amalan sunnah yang dianjurkan untuk membantu menjalankan puasa dengan lebih ringan, bukan sebagai syarat sah puasa. 

Karena itu, puasa tetap dianggap sah meski seseorang tidak sempat sahur karena kesiangan dan hal tersebut tidak membatalkan puasanya.

Baca juga: Hukum Salat Tahajud Berjamaah Amalan Malam Bulan Ramadan, ini Penjelasannya

Sahur Bukan Rukun Puasa

Selain itu, sahur bukan merupakan rukun puasa, sehingga tidak akan membatalkan puasa apabila melewatkannya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved