Tradisi dan Budaya di Jatim
Tradisi Pasar Bandeng di Gresik, Kemeriahan Ramadan yang Jadi Warisan Budaya Gerakkan Ekonomi Warga
Ramadan di Gresik semakin bermakna dengan Pasar Bandeng, tradisi bersejarah yang kini jadi Warisan Budaya Indonesia.
Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
Ringkasan Berita:
- Tradisi Pasar Bandeng Gresik digelar tiap malam 27–29 Ramadan, jadi momen berburu bandeng besar untuk Lebaran.
- Berawal dari kebiasaan santri, Sunan Giri mendorong masyarakat membudidayakan dan memasarkan bandeng, sehingga jadi tradisi tahunan.
- Acara puncak berupa kontes dan lelang bandeng kawak, lengkap dengan live cooking dan santunan anak yatim.
- Tahun 2026, Pasar Bandeng resmi jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.
TRIBUNJATIM.COM - Tradisi Pasar Bandeng menjadi momen yang selalu dinanti warga Kabupaten Gresik setiap Ramadan.
Kegiatan tahunan ini digelar pada malam 27 hingga 29 Ramadan di kawasan Pasar Gresik.
Warga setempat menyebut masa tersebut sebagai prepekan, yakni waktu berburu bandeng untuk persiapan Lebaran.
Dilansir dari sidita.disburpar.jatimprov.go.id, Bandeng yang diburu bukan sembarang ikan. Masyarakat mencari bandeng kawak atau bandeng berukuran besar yang biasa disajikan sebagai santapan khas pada saat hari raya Idul Ftri.
Bandeng sendiri dikenal sebagai salah satu komoditas unggulan daerah yang melimpah.
Tak heran jika setiap malam pelaksanaan, kawasan Jalan Samanhudi hingga sekitar pasar tradisional dipadati warga dan stan pedagang.
Baca juga: Semarak Ramadan di Gresik, Laki-Laki Desa Gumeno Masak Kolak Ayam dalam Tradisi Sanggring
Jejak Sejarah Sejak Era Majapahit dan Sunan Giri
Jika ditelusuri lebih jauh, jejak perbandengan di Gresik sudah ada sejak masa Kerajaan Majapahit yang dipimpin Hayam Wuruk (1350–1389).
Pada periode tersebut, Gresik telah dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tambak terbesar.
Mengutip disparekrafbudpora.gresikkab.go.id, besarnya potensi tambak di Gresik membuat Majapahit mengangkat jabatan khusus bernama Patih Tambak untuk mengelola sektor pertambakan.
Keberadaan jabatan ini diperkuat dengan temuan Prasasti Karang Bogem tahun 1387 M di wilayah Bungah.
Prasasti itu menyebut secara jelas adanya Patih Tambak sebagai pejabat yang bertanggung jawab atas urusan pertambakan.
Memasuki era Sunan Giri, tepatnya saat memimpin Giri Kedaton, sektor perdagangan dan budidaya ikan semakin berkembang pesat.
Pada masa inilah cikal bakal Tradisi Pasar Bandeng disebut mulai dirintis sebagai upaya menggerakkan perekonomian masyarakat.
Tradisi tersebut berawal dari kebiasaan para santri yang membawa pulang bandeng sebagai oleh-oleh setelah menjalani iktikaf di Gresik menjelang Lebaran.
Melihat potensi bandeng yang melimpah, Sunan Giri kemudian mendorong masyarakat untuk tidak hanya membudidayakan, tetapi juga memasarkan hasil tambak mereka secara lebih luas.
Sejak saat itu, Pasar Bandeng terus berlangsung dan menjadi agenda rutin tahunan.
Kontes dan Lelang Bandeng Kawak Jadi Puncak Acara
Dalam perkembangannya, Pasar Bandeng tidak hanya menghadirkan aktivitas jual beli, tetapi juga diramaikan dengan Kontes dan Lelang Bandeng Kawak.
Festival ini digelar di Kawasan Wisata Heritage Bandar Grissee, sepanjang Jalan Basuki Rahmat, Desa Bedilan.
Rangkaian acaranya meliputi live cooking olahan bandeng, makan bandeng gratis, santunan anak yatim, penayangan video sejarah Pasar Bandeng, hingga pemberian penghargaan kepada budayawan.
Puncaknya adalah pengumuman pemenang kontes bandeng terbesar. Tiga bandeng terbaik kemudian dilelang di atas panggung dan hasilnya menjadi bagian dari kemeriahan acara.
Tradisi lelang ini menjadi daya tarik tersendiri karena harga bandeng kawak bisa melambung tinggi serta menjadi simbol prestise bagi pemenang.
Baca juga: Ritukan, Tradisi Unik Membangunkan Sahur di Ujungpangkah Gresik
Harga Bandeng dan Antusiasme Warga
Setiap tahunnya, ratusan stan memadati kawasan Pasar Bandeng dan menghadirkan suasana yang semarak.
Para pedagang yang berpartisipasi tidak hanya berasal dari Gresik, tetapi juga datang dari berbagai daerah lain seperti Lamongan, Tuban, hingga Sidoarjo.
Bandeng yang dijual pun memiliki ukuran beragam, sehingga harganya menyesuaikan bobot. Untuk bandeng dengan berat sekitar 1 kilogram dibandrol mulai kisaran Rp 45 ribu hingga Rp 60 ribu.
Semakin besar ukurannya, harganya pun semakin tinggi.
Warga umumnya membeli bandeng untuk diolah menjadi menu khas Lebaran seperti kothok bandeng, bali bandeng, hingga otak-otak bandeng.
Selain para pedagang, antusiasme masyarakat pun begitu terasa.
Para perantau asal Gresik pun menyempatkan diri untuk mudik, bukan sekadar bersilaturahmi saat Lebaran, tetapi juga demi kembali merasakan dan mengunjungi kemeriahan Pasar Bandeng,
Baca juga: Tradisi Rebo Wekasan, Pasar Bandeng hingga Malam Selawe Gresik Jadi Warisan Budaya Tak Benda
Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
Pada 2026, Pasar Bandeng resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) oleh Kementerian Kebudayaan, bersama sejumlah tradisi khas Gresik lainnya.
Pengakuan tersebut ditegaskan melalui penyerahan sertifikat oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dalam sebuah seremoni.
Status ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi yang telah berjalan ratusan tahun tersebut.
Dengan jejak sejarah sejak di era Sunan Giri, Pasar Bandeng bukan sekadar pasar rakyat.
Tradisi ini telah menjadi identitas budaya dan penggerak ekonomi masyarakat Gresik setiap Ramadan menjelang Lebaran.
Pasar Bandeng
Gresik
Ramadan
tradisi di Jatim
Pasar Bandeng Gresik
Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTBI)
Tradisi Gresik
Tribun Jatim
TribunJatim.com
| Tari Kuntulan Banyuwangi, Harmoni Dakwah dalam Gerak Rancak dan Irama Hadrah Khas Osing |
|
|---|
| Tradisi Keboan Aliyan di Banyuwangi, Ritual Tolak Bala Mirip Kerbau dan Syukuran Hasil Bumi |
|
|---|
| Tradisi Balap Gethek, Cara Unik Warga Karangdoro Banyuwangi Menjaga Kebersihan Sungai |
|
|---|
| Tradisi Distrikan Ranu Grati, Ritual Larung Sesaji ke Tengah Danau di Pasuruan Agar Rezeki Berlimpah |
|
|---|
| Tradisi Syukuran Warga Krian Sidoarjo Hadirkan Tumpeng Tempe Raksasa sebagai Ikon |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pasar-bandeng-di-gresik.jpg)