Sejarah di Jatim
Menguak Sejarah Candi Brahu Trowulan, Candi Bata Merah yang Diduga Tempat Pembakaran Raja Majapahit
Candi Brahu di Mojokerto menjadi salah satu peninggalan penting Kerajaan Majapahit yang diduga pernah digunakan sebagai tempat kremasi raja.
Penulis: Septadera Candra Purnama | Editor: Mujib Anwar
Sebagaimana dilansir dari regional.kompas.com, prasasti tersebut dibuat pada tahun 861 Saka atau sekitar 9 September 939 Masehi atas perintah Raja Mpu Sindok dari Kahuripan.
Prasasti tersebut ditemukan tidak jauh dari lokasi Candi Brahu, sehingga para ahli menduga nama bangunan suci dalam prasasti tersebut merujuk pada candi ini.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kawasan Trowulan sudah menjadi pusat aktivitas keagamaan sejak masa yang lebih awal sebelum berdirinya Majapahit.
Baca juga: Sejarah Candi Jago di Malang, Peninggalan Kerajaan Singhasari yang Sarat Relief Hindu-Buddha
Diduga Tempat Pembakaran Jenazah Raja
Salah satu pendapat yang berkembang menyebutkan bahwa Candi Brahu digunakan sebagai tempat kremasi atau pembakaran jenazah raja-raja Majapahit.
Dalam sebuah prasasti yang berkaitan dengan masa pemerintahan Mpu Sindok, disebutkan bahwa bangunan ini pernah digunakan sebagai tempat pembakaran jenazah atau krematorium bagi raja-raja.
Namun, penelitian arkeologi hingga kini belum menemukan sisa abu jenazah di dalam bilik candi.
Hal ini diduga karena tempat penyimpanan abu atau bokor sudah dijarah pada masa lampau.
Sementara menurut srigitarja.mojokertokab.go.id, Candi Brahu juga diperkirakan memiliki fungsi keagamaan yang kuat sebagai tempat ritual atau pemujaan pada masa Majapahit.
Selain itu, cerita rakyat setempat juga menyebut bahwa candi ini berkaitan dengan Raja Brawijaya, meskipun kebenarannya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Candi Bercorak Buddha
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Candi Brahu memiliki corak agama Buddha.
Konon, dugaan tersebut didasarkan pada penemuan berbagai benda kuno di sekitar kawasan candi, seperti arca logam, alat upacara keagamaan, serta perhiasan dari emas yang menunjukkan ciri budaya Buddhis.
Menurut jawatimuran.disperpusip.jatimprov.go.id, bentuk puncak candi yang diduga menyerupai stupa juga memperkuat dugaan bahwa bangunan ini memiliki karakteristik arsitektur Buddha.
Selain itu, temuan arca Buddha Wairocana, Kuwera bersama Yakshi, serta berbagai perhiasan logam dari emas dan perak menunjukkan adanya pengaruh kuat budaya Buddhis di kawasan tersebut.
Baca juga: Asal Usul Candi Bajang Ratu, Gapura Megah Peninggalan Kerajaan Majapahit
Candi Brahu
Sejarah Candi Brahu
Kerajaan Majapahit
sejarah peninggalan Kerajaan Majapahit
peninggalan Kerajaan Majapahit
Tempat Pembakaran Raja
Desa Bejijong
Kecamatan Trowulan
Kabupaten Mojokerto
Mojokerto
Jawa Timur
Tribun Jatim
TribunJatim.com
candi bata merah
| Sejarah Candi Tawangalun Sidoarjo, Jejak Peninggalan Kerajaan Majapahit dengan Legenda Putri Alun |
|
|---|
| Pesona Candi Rambut Monte, Perpaduan Sejarah, Mitos dan Keindahan Alam di Blitar |
|
|---|
| Menilik Kelenteng Tjong Hok Kiong, Simbol Toleransi dan Jejak Peradaban Tionghoa di Sidoarjo |
|
|---|
| Museum Musik Indonesia di Malang, Jejak Sejarah Nusantara dari Garasi Kecil hingga Koleksi Dunia |
|
|---|
| Jejak Kapiten The Goan Tjing di Balik Berdirinya Kelenteng Hok An Kiong Surabaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-candi-brahu-ilustrasi-wisata-cagar-budaya-di-mojokerto-ditutup-sementara.jpg)