Sejarah di Jatim

Menguak Sejarah Candi Brahu Trowulan, Candi Bata Merah yang Diduga Tempat Pembakaran Raja Majapahit

Candi Brahu di Mojokerto menjadi salah satu peninggalan penting Kerajaan Majapahit yang diduga pernah digunakan sebagai tempat kremasi raja.

Tayang:
TribunJatim.com/Mohammad Romadoni
CANDI BRAHU TROWULAN - Candi Brahu merupakan situs peninggalan bersejarah bercorak Buddha dari zaman Kerajaan Majapahit, yang terletak di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Candi yang terbuat dari susunan batu bata merah ini diduga pernah difungsikan sebagai tempat pembakaran raja. 

Arsitektur Candi dari Bata Merah

Candi Brahu Trowulan Mojokerto
Candi Brahu Trowulan, candi bata merah yang diduga pernah jadi tempat pembakaran Raja Majapahit. (budayajatim.com)

Candi Brahu dibangun menggunakan bata merah, material yang umum digunakan pada bangunan Majapahit.

Diketahui, candi ini memiliki ukuran sekitar 22,5 meter panjang, 18 meter lebar, dan tinggi sekitar 20 meter.

Posisi Candi Brahu menghadap ke arah barat dan memiliki bilik utama yang terletak cukup tinggi dari permukaan tanah.

Di dalam bilik candi terdapat altar yang dahulu digunakan untuk menempatkan arca serta sesaji dalam upacara keagamaan.

Selain itu, bagian tubuh dan atap candi tidak dihiasi relief atau ukiran.

Namun susunan bata pada bangunan candi dibuat sedemikian rupa hingga membentuk gambar pola geometris yang indah.

Baca juga: Menguak Asal-Usul Candi Singosari, Warisan Berharga Era Kertanegara sebagai Simbol Toleransi

Candi Besar di Kawasan Majapahit

Dilihat dari ukurannya, Candi Brahu termasuk salah satu candi besar di kawasan Trowulan.

Menurut catatan sejarah, bangunan ini pertama kali dicatat oleh Thomas Stamford Raffles pada tahun 1815 dalam penelitiannya mengenai peninggalan sejarah di Jawa.

Raffles kemudian menyebut Candi Brahu “One of the gateways of Mojopahit” atau bangunan penting di kawasan Majapahit dalam bukunya History of Java yang terbit pada 1817.

Candi-candi di Sekitar Candi Brahu

Di sekitar Candi Brahu dahulu terdapat beberapa candi lain yang kini sebagian besar telah runtuh.

Beberapa candi yang pernah ada di sekitar kawasan tersebut antara lain Candi Muteran, Candi Tengah, Candi Gedong, dan Candi Gentong.

Namun saat ini sebagian besar candi tersebut sudah tidak terlihat lagi.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved