Sejarah di Jatim
Menguak Sejarah Candi Brahu Trowulan, Candi Bata Merah yang Diduga Tempat Pembakaran Raja Majapahit
Candi Brahu di Mojokerto menjadi salah satu peninggalan penting Kerajaan Majapahit yang diduga pernah digunakan sebagai tempat kremasi raja.
Penulis: Septadera Candra Purnama | Editor: Mujib Anwar
Arsitektur Candi dari Bata Merah
Candi Brahu dibangun menggunakan bata merah, material yang umum digunakan pada bangunan Majapahit.
Diketahui, candi ini memiliki ukuran sekitar 22,5 meter panjang, 18 meter lebar, dan tinggi sekitar 20 meter.
Posisi Candi Brahu menghadap ke arah barat dan memiliki bilik utama yang terletak cukup tinggi dari permukaan tanah.
Di dalam bilik candi terdapat altar yang dahulu digunakan untuk menempatkan arca serta sesaji dalam upacara keagamaan.
Selain itu, bagian tubuh dan atap candi tidak dihiasi relief atau ukiran.
Namun susunan bata pada bangunan candi dibuat sedemikian rupa hingga membentuk gambar pola geometris yang indah.
Baca juga: Menguak Asal-Usul Candi Singosari, Warisan Berharga Era Kertanegara sebagai Simbol Toleransi
Candi Besar di Kawasan Majapahit
Dilihat dari ukurannya, Candi Brahu termasuk salah satu candi besar di kawasan Trowulan.
Menurut catatan sejarah, bangunan ini pertama kali dicatat oleh Thomas Stamford Raffles pada tahun 1815 dalam penelitiannya mengenai peninggalan sejarah di Jawa.
Raffles kemudian menyebut Candi Brahu “One of the gateways of Mojopahit” atau bangunan penting di kawasan Majapahit dalam bukunya History of Java yang terbit pada 1817.
Candi-candi di Sekitar Candi Brahu
Di sekitar Candi Brahu dahulu terdapat beberapa candi lain yang kini sebagian besar telah runtuh.
Beberapa candi yang pernah ada di sekitar kawasan tersebut antara lain Candi Muteran, Candi Tengah, Candi Gedong, dan Candi Gentong.
Namun saat ini sebagian besar candi tersebut sudah tidak terlihat lagi.
Candi Brahu
Sejarah Candi Brahu
Kerajaan Majapahit
sejarah peninggalan Kerajaan Majapahit
peninggalan Kerajaan Majapahit
Tempat Pembakaran Raja
Desa Bejijong
Kecamatan Trowulan
Kabupaten Mojokerto
Mojokerto
Jawa Timur
Tribun Jatim
TribunJatim.com
candi bata merah
| Sejarah Candi Tawangalun Sidoarjo, Jejak Peninggalan Kerajaan Majapahit dengan Legenda Putri Alun |
|
|---|
| Pesona Candi Rambut Monte, Perpaduan Sejarah, Mitos dan Keindahan Alam di Blitar |
|
|---|
| Menilik Kelenteng Tjong Hok Kiong, Simbol Toleransi dan Jejak Peradaban Tionghoa di Sidoarjo |
|
|---|
| Museum Musik Indonesia di Malang, Jejak Sejarah Nusantara dari Garasi Kecil hingga Koleksi Dunia |
|
|---|
| Jejak Kapiten The Goan Tjing di Balik Berdirinya Kelenteng Hok An Kiong Surabaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-candi-brahu-ilustrasi-wisata-cagar-budaya-di-mojokerto-ditutup-sementara.jpg)