Sejarah di Jatim

Sejarah Candi Tegowangi Kediri, Peninggalan Majapahit yang Menyimpan Relief Sudamala

Candi Tegowangi di Kediri merupakan peninggalan Majapahit yang menyimpan relief Sudamala serta menjadi tempat pendharmaan Bhre Matahun.

Tayang:
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
Dok. budaya jatim
SEJARAH CANDI TEGOWANGI - Candi Tegowangi merupakan candi yang terletak di Desa Tegowangi Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Indonesia. Menurut Kitab Pararaton, candi ini merupakan tempat Pendharmaan Bhre Matahun, tokoh Majapahit yang juga kerabat Raja Hayam Wuruk. 

Ringkasan Berita:
  • Candi Tegowangi di Desa Tegowangi, Plemahan, Kediri merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 1400 M.
  • Candi ini dikenal sebagai tempat pendharmaan Bhre Matahun, tokoh penting Majapahit yang masih memiliki hubungan keluarga dengan Raja Hayam Wuruk.
  • Salah satu daya tarik candi ini adalah relief cerita Sudamala yang mengisahkan proses pensucian Dewi Durga menjadi Dewi Uma serta mencerminkan kepercayaan Hindu pada masa itu.

 

TRIBUNJATIM.COMKabupaten Kediri, Jawa Timur, dikenal memiliki sejumlah peninggalan sejarah dari masa kerajaan kuno.

Salah satu situs bersejarah yang masih dapat dijumpai hingga kini adalah Candi Tegowangi yang berada di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan.

Candi ini menjadi salah satu bukti kejayaan Kerajaan Majapahit pada masa lampau.

Selain memiliki nilai sejarah yang tinggi, Candi Tegowangi juga menyimpan berbagai relief dan arca yang mencerminkan kepercayaan masyarakat pada masa itu.

Keberadaan candi ini tidak hanya menarik bagi para peneliti sejarah, tetapi juga menjadi destinasi wisata edukatif bagi masyarakat.

Banyak pengunjung datang untuk melihat langsung peninggalan bersejarah sekaligus mempelajari sejarah kerajaan di Jawa Timur.

Sejarah Candi Tegowangi pada Masa Kerajaan Majapahit

Candi Tegowangi merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 1400 Masehi.

Candi ini terletak di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Dilansir dari budayajatim.com, Candi Tegowangi disebut dalam Kitab Pararaton sebagai tempat pendharmaan Bhre Matahun.

Pendharmaan merupakan tempat untuk memuliakan atau mengenang tokoh penting kerajaan yang telah wafat.

Sementara itu, sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Negarakertagama yang ditulis Mpu Prapanca, Bhre Matahun diketahui meninggal pada tahun 1388 M.

Berdasarkan tradisi pada masa itu, pembangunan candi sebagai tempat pendharmaan biasanya dilakukan sekitar 12 tahun setelah tokoh tersebut meninggal dunia.

Dari keterangan tersebut, diperkirakan Candi Tegowangi diresmikan sekitar tahun 1400 M, bertepatan dengan pelaksanaan upacara sraddha, yaitu ritual penghormatan terhadap arwah tokoh kerajaan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved