Tradisi dan Budaya di Jatim

Tari Gandrung Banyuwangi, Dari Seni Rakyat hingga Ikon Budaya yang Mendunia

Dari tari rakyat pascaperang hingga jadi ikon budaya dunia, inilah perjalanan Tari Gandrung Banyuwangi yang sarat sejarah dan makna.

Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
TribunJatim.com/Haorrahman
TARI GANDRUNG - Tari Gandrung adalah kesenian tradisional ikonik dari Banyuwangi, Jawa Timur, yang awalnya merupakan wujud syukur masyarakat atas panen melimpah kepada Dewi Sri. 

Ringkasan Berita:
  • Tari Gandrung berasal dari Banyuwangi, awalnya dibawakan laki-laki dan menjadi simbol kebangkitan masyarakat pascaperang Blambangan.
  • Mengalami perubahan ke penari perempuan sejak 1895, dilengkapi kostum khas dan musik unik perpaduan tradisional-modern.
  • Kini diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda, Tari Gandrung menjadi ikon budaya, sarana hiburan, sekaligus simbol syukur masyarakat.

 

TRIBUNJATIM.COM - Tari Gandrung merupakan kesenian tradisional khas Banyuwangi yang telah ada sejak ratusan tahun lalu dan memiliki akar sejarah panjang.

Kesenian ini muncul bersamaan dengan dibabatnya hutan Tirtagondo untuk pembangunan pusat pemerintahan baru Blambangan pada abad ke-18.

Pada masa itu, tari gandrung menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat yang sedang bangkit dari masa sulit pascaperang.

Awalnya tari gandrung dibawakan oleh penari laki-laki yang berdandan seperti perempuan.  Salah satu tokoh penting dalam sejarahnya adalah Marsan, yang dikenal sebagai penari gandrung pertama.

Lebih lanjut, tari ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana perjuangan sosial.

Pementasan dilakukan berkeliling desa untuk menghibur sekaligus mengumpulkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak perang.

Dengan demikian, lahirnya tari gandrung tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial masyarakat Blambangan saat itu, yang menjadikannya sebagai simbol kebangkitan dan harapan baru.

Perkembangan Tari Gandrung dari Laki-Laki ke Perempuan

Gandrung Marsan dikenal sebagai upaya perlawanan terhadap penjajah Belanda. Gandrung Marsan digunakan untuk memberikan kode-kode tersembunyi pada para pejuang kemerdekan melalui tarian dan nyanyian Gandrung.
Gandrung Marsan dikenal sebagai upaya perlawanan terhadap penjajah Belanda. Gandrung Marsan digunakan untuk memberikan kode-kode tersembunyi pada para pejuang kemerdekan melalui tarian dan nyanyian Gandrung. (banyuwangikab.go.id)

Seiring berjalannya waktu, tari gandrung mengalami perubahan signifikan dalam hal penarinya. Dilansir dari Gramedia.com, pada awalnya tarian ini dibawakan oleh laki-laki, namun kemudian beralih ke penari perempuan.

Perubahan ini dimulai sekitar tahun 1895 dengan munculnya penari perempuan pertama bernama Semi.

Sebagaimana dikisahkan, Semi menjadi penari gandrung setelah sembuh dari penyakit, sebagai bentuk nazar yang diucapkan oleh ibunya.

Dikutip dari sumber yang sama, sejak saat itu tari gandrung perempuan mulai berkembang dan menggantikan peran penari laki-laki yang perlahan menghilang, hingga akhirnya benar-benar punah pada awal abad ke-20.

Selain itu, sebagaimana dilansir dari budayajatim.com, tari gandrung kini lebih dikenal sebagai hiburan rakyat yang melibatkan interaksi antara penari dan penonton, khususnya dalam sesi tari bersama.

Perkembangan ini menunjukkan bagaimana tari gandrung mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan identitas budaya aslinya.

LARIS MANIS - Festival Gandrung Sewu 2025 sukses memukau ribuan masyarakat di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Sabtu (25/10/2025). Ratusan pelaku UMKM yang berjualan di sekitar pelaksanaan Gandrung Sewu mendulang rezeki. 
LARIS MANIS - Festival Gandrung Sewu 2025 sukses memukau ribuan masyarakat di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Sabtu (25/10/2025). Ratusan pelaku UMKM yang berjualan di sekitar pelaksanaan Gandrung Sewu mendulang rezeki.  (Humas Pemkab Banyuwangi )

Baca juga: Dari Wayang ke Panggung Pertunjukan Tari, Kisah Lahirnya Tari Thengul Bojonegoro

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved