Tradisi dan Budaya di Jatim

Tari Gandrung Banyuwangi, Dari Seni Rakyat hingga Ikon Budaya yang Mendunia

Dari tari rakyat pascaperang hingga jadi ikon budaya dunia, inilah perjalanan Tari Gandrung Banyuwangi yang sarat sejarah dan makna.

Tayang:
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
TribunJatim.com/Haorrahman
TARI GANDRUNG - Tari Gandrung adalah kesenian tradisional ikonik dari Banyuwangi, Jawa Timur, yang awalnya merupakan wujud syukur masyarakat atas panen melimpah kepada Dewi Sri. 

Tata Busana dan Musik Pengiring yang Khas

Tari gandrung tidak hanya menarik dari segi gerakan, tetapi juga dari tata busana dan musik pengiringnya yang khas.

Dilansir dari Gramedia.com, kostum penari didominasi warna hitam dengan ornamen emas yang mencolok.

Pada bagian kepala, penari menggunakan hiasan khas bernama omprog, yang berbentuk mahkota dengan ornamen unik dan penuh makna simbolis. Hiasan ini menjadi ciri khas yang membedakan tari gandrung dengan tarian lain.

Sementara itu, bagian bawah menggunakan kain batik dengan motif khas Banyuwangi, seperti gajah oling. Busana ini mencerminkan identitas lokal yang kuat.

Musik pengiring tari gandrung juga cukup unik karena memadukan alat tradisional seperti kendang dan gong dengan alat musik biola yang jarang ditemukan dalam tari tradisional Jawa.

Dengan perpaduan kostum dan musik tersebut, tari gandrung menghadirkan pertunjukan yang kaya estetika sekaligus sarat makna budaya.

Baca juga: Tari Remo dan Gandrung Meriahkan Pembukaan Super League 2025/2026 di Stadion GBT Surabaya

Dari Tradisi Rakyat hingga Warisan Budaya Nasional

Kini, tari gandrung tidak hanya menjadi hiburan lokal, tetapi telah diakui sebagai warisan budaya nasional.

Tari gandrung ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2013.

Penetapan ini menegaskan bahwa tari gandrung memiliki nilai historis dan budaya yang penting bagi bangsa Indonesia.

Selain itu, kesenian ini juga menjadi identitas kuat masyarakat Using di Banyuwangi.

Dilansir dari sumber yang sama, pemerintah daerah aktif mempromosikan tari gandrung melalui berbagai festival budaya, seperti Gandrung Sewu yang rutin digelar setiap tahun.

Tak hanya itu, tari gandrung juga telah dipentaskan hingga ke luar negeri sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia.

Hal ini menunjukkan bahwa kesenian tradisional mampu bersaing di kancah global. Dengan berbagai upaya pelestarian tersebut, tari gandrung diharapkan tetap hidup dan terus berkembang sebagai simbol kekayaan budaya Nusantara.

Baca juga: Sandur Manduro: Tari Topeng Kuno dari Jombang yang Bertahan di Tengah Gempuran Zaman Digital

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved