DPRD Jatim Soroti Kasus Peluru Nyasar Lukai Siswa SMP di Gresik, Dorong Evaluasi Lapangan Tembak
Dugaan peluru nyasar yang dialami oleh siswa SMP di Gresik beberapa waktu lalu, kini masuk ke DPRD Jatim.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Kasus dugaan peluru nyasar yang melukai siswa SMP di Gresik dibawa ke DPRD Jatim oleh orang tua korban.
- DPRD Jatim menyatakan siap memfasilitasi mediasi untuk mencari solusi terbaik.
- Orang tua korban fokus pada pemulihan medis dan trauma anak, bukan soal santunan
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kasus dugaan peluru nyasar yang melukai seorang siswa SMP di Gresik kini mendapat perhatian DPRD Jawa Timur.
Orang tua korban, Dewi Muniarti, mendatangi gedung DPRD Jatim untuk mengadukan peristiwa tersebut dan meminta penyelesaian yang adil, Selasa (14/4/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Badan Musyawarah ini, orang tua korban tersebut ditemui oleh Ketua Komisi A Dedi Irwansa, Anggota Komisi A Sumardi, dan Ketua Komisi C Adam Rusydi. Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni juga turut hadir dalam pertemuan ini.
Pertemuan tersebut juga didampingi oleh para mahasiswa dari persatuan BEM yang turut mengawal peristiwa tersebut.
"Besar harapan saya, ini bisa diselesaikan dengan cara yang baik," kata Dewi kepada wartawan pasca pertemuan.
Peristiwa ini sebetulnya terjadi pada akhir 2025 lalu. DFH yang merupakan siswa kelas III SMPN 33 Gresik, mengalami luka di tangan kiri saat berada di mushala sekolah.
Peluru diduga berasal dari latihan tembak prajurit yang berjarak sekitar 2,3 kilometer dari sekolah.
Pihak TNI AL sebetulnya sudah menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan bertanggung jawab atas pemulihan korban.
Namun, Dewi mengatakan, ia ingin anaknya terus mendapat perawatan termasuk pemulihan trauma yang disebut masih dialami anaknya.
Baca juga: Siswi Jalan Kaki ke IGD Sambil Tahan Sakit usai Kena Peluru Nyasar, Polisi Masih Irit Bicara
Dewi bercerita, bahwa ia pernah ditawari perawatan baik secara medis maupun penanganan trauma di rumah sakit milik angkatan.
Hanya saja ia mengaku tawaran itu ditolak lantaran ingin agar anaknya ditangani di rumah sakit yang sejak awal menangani.
Meskipun Dewi tak memungkiri bahwa kualitas rumah sakit milik angkatan itu sebetulnya juga bagus. Baik dari sisi medis maupun penanganan trauma.
"Tapi memang saya tolak. Biar apa, biar ini jadi satu dokternya itu tidak pindah-pindah," jelas Dewi.
| DPRD Jatim Minta Kasus Penipuan CPNS di Gresik Diusut Tuntas, Korban Rugi Ratusan Juta Rupiah |
|
|---|
| PKS Jatim Pasang Target Tinggi di Pemilu 2029, Mulai dengan Konsolidasi Internal |
|
|---|
| LKPJ Gubernur 2025, DPRD Jatim Soroti Kinerja BUMD hingga Pertumbuhan Ekonomi |
|
|---|
| Komisi Disabilitas Jadi Fokus Raperda Baru DPRD Jatim |
|
|---|
| Wisata Situbondo Dinilai Mampu Dongkrak Kesejahteraan Warga, Yoyok Mulyadi Tekankan Peran Perawatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/DPRD-Jatim-saat-menerima-orang-tua-korban-dugaan-kasus-peluru-nyasar-yang-terjadi-di-Gresik.jpg)