DPRD Jatim Soroti Kasus Peluru Nyasar Lukai Siswa SMP di Gresik, Dorong Evaluasi Lapangan Tembak

Dugaan peluru nyasar yang dialami oleh siswa SMP di Gresik beberapa waktu lalu, kini masuk ke DPRD Jatim.

Tayang:
Tribun Jatim Network/Yusron Naufal Putra
WADUL - DPRD Jatim saat menerima orang tua korban dugaan kasus peluru nyasar yang terjadi di Gresik beberapa waktu lalu. Pertemuan yang berlangsung di gedung dewan, Selasa (14/4/2026), Dewan menyatakan siap memediasi kasus ini guna menemukan solusi terbaik. 

Dewi tak memungkiri, bahwa ia pernah mendapat semacam tali asih dari kesatuan pada Desember silam hanya saja tidak ia buka.

Belakangan, uang santunan itu ia kembalikan pada Februari. Menurut Dewi, dalam tuntutannya ia tidak berbicara soal nominal. 

Namun, berfokus agar bagaimana perawatan anaknya bisa optimal dan tuntas. 

Meskipun Dewi tak membantah bahwa saat ini anaknya sudah beraktifitas kendati tangannya belum bisa menggenggam. Faktor trauma juga diharapkan dapat atensi. 

Lebih jauh, Kepada DPRD Jatim, Dewi juga berharap nantinya turut difasilitasi agar bisa dilakukan evaluasi mengenai lapangan tembak agar tidak ada lagi peristiwa semacam ini.

"Sekolah harus jadi ruang aman," jelasnya. 

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Jatim Dedi Irwansa mengaku prihatin dengan peristiwa ini.

Dedi juga menginginkan agar peristiwa ini bisa diselesaikan dengan cara yang baik.

DPRD Jatim juga menginginkan agar peristiwa semacam ini tidak terulang kembali. 

"Kita berharap ini nanti bisa diselesaikan sebaik-baiknya. Kami sangat yakin institusi TNI ini sangat profesional dan kami insyaallah akan membantu secara mediasinya, komunikasi pada pihak-pihak karena ya semua punya harapan yang positif," ungkap Dedi. 

Politisi muda ini memastikan bahwa DPRD akan melakukan mediasi.

Dengan tujuan, agar persoalan ini bisa mendapatkan solusi terbaik bagi seluruh pihak.

"Kita doakan mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi," terang politisi Demokrat tersebut. 

TANGGAPAN KORPS MARINIR

Beberapa waktu lalu, pihak Korps Marinir menyampaikan empati terhadap korban dan menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung.

“Walaupun sampai saat ini belum bisa dipastikan bahwa peluru tersebut berasal dari Kor Marinir, masih perlu penyelidikan lebih lanjut,” ujar Mayor Ahmad Fauzi, Kasi Hukum Menbanpur 2 Mar, dikutip dari TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved