Tradisi dan Budaya di Jatim

Mengenal Reog Bulkiyo Blitar, Warisan Latihan Perang Prajurit Diponegoro

Mengusung kisah perang dan semangat perjuangan, Reog Bulkiyo menjadi simbol budaya Blitar yang sarat makna sejarah dan spiritualitas.

Kemendikbud
REOG BULKIYO BLITAR – Reog Bulkiyo merupakan kesenian tradisional khas dari Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, yang bernapaskan Islam dan sarat nilai historis perjuangan prajurit Pangeran Diponegoro. 

Nama "Bulkiyo" sendiri merujuk pada kisah peperangan antara umat Islam melawan orang-orang kafir yang terinspirasi dari kitab Al Anbiyun.

Karena asal-usulnya sebagai media latihan militer, maka gerak utama tarian ini menyerupai gerakan prajurit yang sedang berlaga di medan tempur.

Baca juga: Mengenal Reog Cemandi Sidoarjo, Kesenian Tradisional yang Jadi Simbol Perlawanan terhadap Penjajah

Mengandung Nilai Religius dan Perjuangan

Reog Bulkiyo dikenal sebagai kesenian yang bernafaskan Islam. Hal ini terlihat dari narasi cerita, simbol, hingga struktur pertunjukannya.

Cerita yang diangkat tidak berkisar pada mitologi seperti Singo Barong, melainkan menggambarkan perjuangan pasukan Diponegoro yang melawan penjajah.

Nilai-nilai yang ditonjolkan antara lain seperti semangat perjuangan, keberanian, dan keteguhan dalam mempertahankan keyakinan.

Tak hanya itu, kesenian ini juga kerap ditampilkan dalam kegiatan keagamaan seperti peringatan hari besar Islam dan sedekah bumi.

Baca juga: Reog Ponorogo, Kesenian Tradisional Sarat Unsur Magis yang Jadi Identitas Budaya Jawa Timur

Struktur Pertunjukan dan Penyajian

Pementasan Reog Bulkiyo umumnya diawali dengan bunyi alat musik seperti kempul dan kenong sebagai tanda dimulainya pertunjukan.

Setelah itu, para penari memasuki arena dan melakukan gerakan sembahan kepada penonton.

Dalam penyajiannya, Reog Bulkiyo melibatkan sembilan orang penari yang memiliki peran masing-masing.

Adapun kesembilan komposisi penari tersebut terdiri dari:

  • Dua pangarep: Tokoh utama yang berperang menggunakan senjata bernama berang, sejenis pisau besar dari besi.
  • Enam prajurit: Anggota pasukan perang
  • Seorang plandhang: Bertindak sebagai wasit atau pengatur jalannya pertunjukan.

Gerakan para penari didominasi oleh gerakan dinamis layaknya prajurit yang sedang berlatih atau bertempur, sehingga menciptakan suasana dramatik yang kuat.

Baca juga: Mengenal Kesenian Kuda Lumping, Warisan Budaya Jawa yang Penuh Unsur Magis dan Makna Filosofis

Fungsi Musik dalam Pertunjukan

Musik dalam Reog Bulkiyo memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya sebagai pengiring, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam pertunjukan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved