Tradisi dan Budaya di Jatim

Kesenian Janger Banyuwangi, Hibrida Budaya Jawa dan Bali Karya Pedagang Sapi yang Tetap Eksis

Perpaduan budaya Jawa dan Bali dalam Janger Banyuwangi tetap hidup. Kesenian teater rakyat ini tak sekadar hiburan, tetapi juga sarat nilai sejarah.

Tayang:
Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
KESENIAN JANGER BANYUWANGI - Janger Banyuwangi merupakan seni teater tradisional khas Banyuwangi yang memadukan budaya Jawa dan Bali dalam satu pertunjukan. Menghadirkan tari, musik, lawakan, serta cerita rakyat yang sarat nilai sejarah dan pesan kehidupan. 

Hal ini menunjukkan bahwa Janger tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang interpretasi budaya yang berkembang di tengah masyarakat.

Kesenian Hibrida yang Sarat Makna

Janger Banyuwangi dikenal sebagai kesenian hibrida, yaitu perpaduan berbagai budaya dalam satu pertunjukan.

Unsur Bali tampak pada gerak tari, musik, dan kostum, sedangkan unsur Jawa hadir dalam cerita dan bahasa.

Sementara itu, identitas lokal Banyuwangi terlihat dari penggunaan bahasa Osing, lagu daerah, serta cerita yang diangkat dari legenda setempat.

Kesenian ini, melansir budaya-indonesia.org, juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat Banyuwangi. Janger mampu menyatukan berbagai latar belakang budaya tanpa memandang asal-usul.

Tidak hanya itu, kesenian ini juga sering digunakan dalam berbagai acara masyarakat, seperti pernikahan, khitanan, hingga bersih desa.

Baca juga: Sandur Manduro Jombang, Warisan Kesenian Tradisional yang Lahir dari Akulturasi Jawa dan Madura

Perkembangan dan Fungsi di Era Modern

Di tengah perkembangan zaman, Janger Banyuwangi masih terus bertahan meskipun menghadapi berbagai tantangan. 

Diperkirakan masih ada puluhan kelompok Janger yang aktif tampil di berbagai wilayah.

Kesenian ini juga telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh pemerintah dan bahkan tengah diusulkan sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO.

Selain sebagai hiburan, Janger kini juga dimanfaatkan sebagai media edukasi. Salah satunya digunakan untuk menyampaikan informasi kebencanaan kepada masyarakat.

Dinukil dari banyuwangikab.go.id, pertunjukan Janger dinilai efektif dalam menyampaikan pesan karena dikemas secara menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Dengan berbagai keunikan dan nilai yang dimilikinya, Janger Banyuwangi menjadi bukti bahwa kesenian tradisional tetap relevan dan mampu beradaptasi di tengah perubahan zaman.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved