Tradisi dan Budaya di Jatim
Kesenian Janger Banyuwangi, Hibrida Budaya Jawa dan Bali Karya Pedagang Sapi yang Tetap Eksis
Perpaduan budaya Jawa dan Bali dalam Janger Banyuwangi tetap hidup. Kesenian teater rakyat ini tak sekadar hiburan, tetapi juga sarat nilai sejarah.
Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
Perpaduan ini kemudian berkembang pesat dan dikenal luas di masyarakat. Bahkan pada tahun 1950-an, kesenian ini sudah dipentaskan di luar Banyuwangi, seperti di wilayah Malang.
Pada masa perjuangan kemerdekaan, Janger tidak hanya berfungsi sebagai hiburan.
Kesenian ini juga dimanfaatkan sebagai media penyamaran para pejuang untuk mengelabui penjajah, sekaligus sebagai sarana menyampaikan pesan sosial kepada masyarakat.
Bentuk Pertunjukan yang Unik
Sebagai seni teater, Janger Banyuwangi menghadirkan berbagai unsur dalam satu pertunjukan. Mulai dari drama, tari, musik, hingga lawakan yang membuat suasana menjadi lebih hidup.
Pertunjukan biasanya diawali dengan tarian pembuka, seperti tari Pendet atau Legong dari Bali, serta Jejer Gandrung atau Jaran Goyang khas Banyuwangi.
Setelah itu, cerita utama mulai dimainkan oleh para aktor.
Kostum yang digunakan pun beragam dan disesuaikan dengan peran tokoh.
Tokoh bangsawan biasanya mengenakan busana khas Bali, sedangkan rakyat jelata menggunakan busana Jawa.
Selain itu, terdapat peran penting seorang pawang yang bertugas membuka pertunjukan dan mengarahkan jalannya cerita melalui narasi atau suluk.
Baca juga: Mengenal Kesenian Kuda Lumping, Warisan Budaya Jawa yang Penuh Unsur Magis dan Makna Filosofis
Lakon Cerita dan Nilai Budaya
Lakon dalam Janger Banyuwangi umumnya diambil dari cerita rakyat, legenda, hingga kisah bernuansa Islam. Cerita seperti Cindelaras, Damarwulan, hingga Minakjinggo menjadi yang paling sering dipentaskan.
Melansir Kompasiana.com, pemilihan cerita biasanya disesuaikan dengan permintaan penanggap atau pihak yang mengundang pertunjukan.
Salah satu hal menarik adalah perbedaan pandangan terhadap tokoh Minakjinggo.
Dalam versi masyarakat Banyuwangi, tokoh ini digambarkan sebagai sosok yang bijaksana dan melindungi rakyat, berbeda dengan citra negatif dalam cerita Jawa pada umumnya.
Janger Banyuwangi
Jawa Timur
Banyuwangi
tradisi dan budaya di Jatim
Tribun Jatim
kesenian
budaya
TribunJatim.com
teater
kesenian tradisional
Kesenian Janger Banyuwangi
meaningful
teater tradisional
Mbah Darji
Bali
budaya khas Jawa Timur
pedagang sapi
| Tradisi Wiwitan Bojonegoro, Ritual Gong Gaib di Blok Cepu hingga Syukuran Panen Raya yang Melimpah |
|
|---|
| Tradisi Kadisah Bondowoso, Ritual Tolak Bala 533 Tahun hingga Mengarak Gunungan Ribuan Kue Kucur |
|
|---|
| Ritual Hodo Situbondo, Tradisi Sakral Minta Hujan Peninggalan Damarwulan |
|
|---|
| Tradisi Eretan Warga Worawari, Gotong Royong Unik Menarik Jaring Panjang di Pesisir Pacitan |
|
|---|
| Tradisi Gredoan Banyuwangi, Cara Unik Suku Osing Mencari Jodoh Lewat Lidi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kesenian-Janger-Banyuwangi.jpg)