Tradisi dan Budaya di Jatim

Dari Sumber Hajar, Tradisi Ithuk-ithukan Jadi Simbol Syukur Warga Banyuwangi

Ithuk-ithukan di Banyuwangi jadi tradisi syukur atas sumber air, hadirkan arak-arakan makanan dan kebersamaan yang terus terjaga turun-temurun.

Tayang:
Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
TribunJatim.com/Aflahul Abidin
TRADISI ITHUK-ITHUKAN - Ithuk-ithukan menjadi tradisi syukur masyarakat Suku Osing di Banyuwangi melalui arak-arakan hidangan menuju sumber mata air, sebagai simbol kebersamaan dan kepedulian sosial. 

Upaya Pelestarian di Tengah Modernitas

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menilai Tradisi Ithuk-ithukan sebagai kearifan lokal yang penting untuk dijaga. 

Tradisi ini mengajarkan manusia untuk hidup selaras dengan alam, khususnya dalam menjaga sumber air.

Dikutip dari kemenkopmk.go.id, tradisi kenduri di sumber mata air menunjukkan betapa pentingnya peran air sebagai sumber kehidupan yang harus dilestarikan.

Selain itu, tradisi ini juga mencerminkan nilai gotong royong dan kepedulian sosial yang masih kuat di tengah masyarakat. 

Kebersamaan dalam menyiapkan hingga menyantap makanan menjadi simbol solidaritas warga.

Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan ini juga menunjukkan bahwa tradisi lokal tetap mendapat perhatian di tengah perkembangan zaman. Bahkan, tradisi ini dinilai mampu menjadi daya tarik wisata budaya.

Dengan terus dilestarikan, Tradisi Ithuk-ithukan tidak hanya menjadi warisan leluhur, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga alam dan memperkuat kebersamaan.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved