40 Kampung Nelayan Bakal Dibangun di Jatim, DPRD Minta Nelayan Dilibatkan

DPRD Jatim menyambut baik rencana pembangunan puluhan kampung nelayan di Jawa Timur. 

Tribun Jatim Network
GEBRAKAN WAKIL RAKYAT - Anggota Komisi B DPRD Jatim Erma Susanti saat hadir di Studio TribunJatim Network beberapa waktu lalu. Dalam penjelasan terbaru, Erma mendorong berbagai upaya untuk stabilisasi harga bahan pokok. 

 Sebelumnya, Pemprov Jatim memastikan di Jawa Timur akan dibangun sebanyak pembangunan 40 Kampung Nelayan Merah Putih.

Rencananya, pembangunan 40 kampung Nelayan Merah Putih itu akan direalisasikan pada tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur, Isa Anshori, mengatakan Kampung Nelayan Merah Putih dirancang sebagai kawasan terintegrasi yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan nelayan dalam satu lokasi.

“Ini sebuah kampung yang terintegrasi. Di dalamnya ada pelabuhan, pos, kios nelayan, hingga tempat pembuatan es. Sehingga bangunan ini bisa mengoptimalkan aktivitas nelayan kita di Jawa Timur,” ujar Isa, Jumat (25/4/2026). 

Saat ini sudah ada empat lokasi yang telah dibangun di tahun anggaran 2025. Sedangkan yang lain masih dalam tahap verifikasi lapangan oleh pemerintah pusat.

Masing-masing kampung nelayan merah putih berlokasi di Tuban, Sumenep, Malang Selatan, dan Pasuruan. Keempat lokasi tersebut kini telah selesai dibangun dan beroperasi.

“Rata-rata yang sudah dibangun berada di wilayah pesisir dan sudah berjalan. Itu menjadi percontohan untuk pengembangan berikutnya,” katanya.

Selain itu, sesuai rencana, Kampung Nelayan Merah Putih juga akan dilengkapi sarana fasilitas penunjang seperti cold storage, tempat pengolahan hasil laut, hingga kios untuk mendukung aktivitas ekonomi nelayan.

Dipastikan, setiap kawasan dirancang memiliki luas minimal satu hektare agar seluruh layanan dapat terpusat dan berjalan efektif.

Untuk pengembangan selanjutnya, Pemprov Jatim mengusulkan pembangunan tambahan yang tersebar di wilayah pesisir, mulai dari Tuban hingga Pacitan. Kawasan tersebut dipilih karena memiliki potensi perikanan yang besar serta aktivitas nelayan yang tinggi.

Menurut Isa, semakin banyak kampung nelayan yang dibangun, maka semakin besar pula peluang peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja nelayan. Dengan fasilitas yang terpusat, nelayan tidak perlu lagi berpindah-pindah lokasi untuk memenuhi kebutuhan operasional.

“Harapan kami, semakin banyak yang dibangun, tentu itu semakin mengoptimalkan nelayan yang ada di Jawa Timur,” ujarnya.

Dalam pengelolaannya, Kampung Nelayan Merah Putih akan melibatkan nelayan setempat sebagai pelaku utama. Selain itu, direncanakan alan ditempatkan sekitar empat orang tenaga pendamping di setiap lokasi untuk memastikan operasional berjalan optimal.

Dari sisi anggaran, pembangunan satu kampung nelayan diperkirakan menelan biaya antara Rp 20 miliar hingga Rp 25 miliar. Seluruh pembiayaan tersebut berasal dari pemerintah pusat.

Isa menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur terkait usulan lokasi pembangunan. Saat ini, proses masih menunggu hasil verifikasi lapangan dari pemerintah pusat untuk menentukan titik-titik yang akan direalisasikan.

“Usulan kita untuk 2026 ada 40 kampung nelayan. Mohon dukungannya agar bisa terealisasi dan memberikan manfaat besar bagi nelayan,” katanya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved