Demo Sopir Truk Soal Barcode BBM, Pertamina Patra Niaga Buka 147 Helpdesk di Jatim

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menampung aspirasi sopir truk terkait penerapan QR Code dalam program Subsidi Tepat.

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Samsul Arifin
Istimewa
PEMUTAKHIRAN DATA - Petugas di SPBU saat membantu pemutakhiran data sebagai langkah strategis untuk memastikan penggunaan QR Code dan kuota BBM subsidi sesuai dengan kepemilikan kendaraan yang sah. Penerapan QR Code dalam program Subsidi Tepat merupakan kebijakan pemerintah untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi, baik Biosolar maupun Pertalite, tepat sasaran dan digunakan oleh pihak yang berhak.  

Sementara itu, dalam aksi demo yang dilakukan di depan kantor Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus di Jalan Jagir, Rabu (29/4/2026), Ketua Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) Angga Firdiansyah, menegaskan bahwa aksi ini dipicu oleh masalah klasik yang terus berulang tanpa solusi konkret.

"Terdapat lima poin tuntutan utama yang dibawa dalam aksi kali ini," ujar Angga.

Pertama, hapus barcode BBM Bersubsidi. Mereka menilai sistem barcode gagal total dan justru menyulitkan sopir.

Kedua, stop kriminalisasi sopir. Menghentikan tuduhan penimbunan BBM bagi sopir yang membawa bekal logistik ke luar pulau.

Ketiga, hapus pungli operator SPBU. Memberantas praktik jual beli barcode ilegal di SPBU.

Keempat, turunkan tarif tol, menuntut penyesuaian tarif tol bagi angkutan logistik kelas 2 keatas.

Kelima, tangkap mafia BBM, meminta aparat menindak tegas oknum industri yang menyedot jatah BBM subsidi rakyat.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved