PT PWU Jatim Target Setor PAD Rp2 Miliar di 2026, Kinerja Disebut Terus Meningkat
PT Panca Wira Usaha (PWU) Jawa Timur menyatakan kesiapannya meningkatkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Provinsi Jatim
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim menargetkan peningkatan setoran PAD 2026 sebesar Rp2 miliar, naik sekitar 22 persen dibanding tahun sebelumnya Rp1,6 miliar.
- Direktur Utama PWU menyebut kinerja perusahaan terus membaik dengan pertumbuhan laba konsisten, dari Rp3 miliar (2024) menjadi Rp3,6 miliar (2025).
- PWU mengklaim tidak pernah merugi sejak berdiri dan rutin menyetorkan PAD kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur setiap tahun.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PT Panca Wira Usaha (PWU) Jawa Timur menyatakan kesiapannya meningkatkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur usai mendapat sorotan dari Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jawa Timur.
Perusahaan plat merah yang memiliki tujuh anak perusahaan ini menargetkan penyetoran PAD sebesar Rp2 miliar pada tahun 2026.
Target tersebut meningkat sekitar 22 persen dibandingkan setoran tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp1,6 miliar.
Direktur Utama PT PWU Jatim Erlangga Satriagung menegaskan capaian ini menegaskan bahwa perusahaan tersebut terus bergerak dan memiliki tren kinerja yang positif. Ia pun memaparkan secara rinci perkembangan kinerja PT PWU beberapa tahun belakangan.
“Sebenarnya tidak bisa kalau dilihat satu waktu saja, tapi harus dilihat secara tren. Dan PWU ini mengalami pertumbuhan laba yang konsisten naik. Dari Rp3 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp3,6 miliar pada tahun 2025, atau tumbuh sekitar 20 hingga 21 persen,” tegas Erlangga pada wartawan, Senin (11/5/2026).
Kenaikan laba tersebut tentunya berseiring dengan peningkatan setoran PAD yang diserahkan kepada pemerintah provinsi setiap tahunnya. Dan Erlangga menegaskan bahwa sejak berdiri, PWU tidah pernah sekalipun mencatatkan kerugian.
Baca juga: Komisi D DPRD Jatim Nilai PT DABN Layak Jadi BUMD, Potensi Pelabuhan Jadi Sorotan
“Sejak PWU berdiri, tidak pernah satu tahun pun PWU itu merugi. Selalu menyetor PAD,” ujarnya.
Salah satu pencapaian yang juga dinilai membanggakan adalah keberhasilan PT PWU meraih status kesehatan perusahaan kategori A pada tahun 2025.
Pencapaian ini diraih setelah bertahun-tahun sebelumnya perusahaan masih berada di peringkat B dan triple B atau dalam kategori kurang sehat.
Erlangga yang telah memimpin PWU selama 8 tahun menilai capaian tersebut sebagai bukti nyata bahwa perusahaan terus bergerak ke arah yang benar meski dengan segala keterbatasan yang ada.
“Kami dapat kategori A, meskipun baru single A, belum triple A. Tapi itu mengindikasikan bahwa kinerja kita sudah on the track, ada perbaikan dari tahun ke tahun,” katanya.
Namun demikian, Erlangga tidak mengelak bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Ia menganalogikan kondisi perusahaan seperti orang sakit yang membutuhkan vitamin. Perbaikan memerlukan waktu yang lebih panjang karena keterbatasan modal yang menjadi penghambat utama.
“Untuk mengatasi kekurangan modal tersebut, PWU sempat merencanakan pelepasan sekitar 5 persen aset tidak produktif senilai Rp200 miliar pada awal 2019 untuk dijadikan modal operasional,” tutur Erlangga.
| Komisi D DPRD Jatim Nilai PT DABN Layak Jadi BUMD, Potensi Pelabuhan Jadi Sorotan |
|
|---|
| DPRD Jatim Bentuk Pansus BUMD, Bidik Kontribusi PAD & Fungsi Sosial, BUMD Minus Terancam Dibubarkan |
|
|---|
| DPRD Jatim Resmi Bentuk Pansus Kinerja BUMD, Wagub Emil: Bagian dari Ikhtiar Berkelanjutan |
|
|---|
| Resmi Disahkan di Rapat Paripurna, DPRD Jatim Bentuk Pansus BUMD |
|
|---|
| Rencana Pansus BUMD Terus Bergulir, Fraksi Di DPRD Jatim Potensi Setuju |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Direktur-Utama-PT-PWU-Jatim-Erlangga-Satriagung-saat-diwawancara-media-Senin-1052026.jpg)