Jatimpedia

Sosok dan Profil 4 Bupati Malang Pascareformasi, dari Akademisi hingga Pengusaha Tebu

Dari akademisi hingga pengusaha tebu, berikut perjalanan 4 Bupati Malang yang mewarnai dinamika kepemimpinan pascareformasi.

Tayang:
Istimewa/TribunJatim.com/Pemkab Malang
PROFIL BUPATI MALANG PASCAREFORMASI – Empat Bupati Malang pascareformasi memiliki latar belakang beragam, mulai dari akademisi, politisi, hingga pengusaha tebu yang mewarnai dinamika kepemimpinan daerah. 

Ringkasan Berita:
  • Kabupaten Malang dipimpin sejumlah tokoh berlatar belakang berbeda, mulai akademisi, politisi, hingga pengusaha sejak era reformasi 1998.
  • Ibnu Rubianto, Sujud Pribadi, Rendra Kresna, dan M. Sanusi memiliki perjalanan karier serta gaya kepemimpinan berbeda dalam memimpin Kabupaten Malang.
  • Dinamika pemerintahan Kabupaten Malang diwarnai berbagai kebijakan, perjalanan politik, hingga tantangan hukum yang dialami para bupati.

 

TRIBUNJATIM.COMKabupaten Malang dipimpin oleh sejumlah tokoh dengan latar belakang berbeda, mulai dari akademisi, politisi, hingga pengusaha.

Masing-masing bupati memiliki perjalanan karier dan gaya kepemimpinan tersendiri yang turut memberi warna dalam dinamika pemerintahan Kabupaten Malang dari masa ke masa.

Berikut daftar 4 Bupati Malang setelah era reformasi 1998 beserta sosok dan profil singkat serta perjalanan kariernya.

Ibnu Rubianto

Mochammad Ibnu Rubianto merupakan Bupati Malang yang menjabat pada awal era reformasi, tepatnya sejak 26 Oktober 2000 hingga wafat pada 24 Januari 2001.

Meski memimpin di masa reformasi, Ibnu tidak dipilih melalui pemilihan langsung oleh rakyat, melainkan oleh anggota DPRD.

Hal tersebut dikarenakan Kabupaten Malang baru menggelar Pilkada langsung pertamanya pada tahun 2005.

Ibnu dikenal sebagai akademisi sekaligus politikus yang sempat memimpin Kabupaten Malang dalam masa transisi pemerintahan pascareformasi.

Pria kelahiran Malang, 12 November 1956 ini berasal dari keluarga pejuang dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU).

Ayahnya, Letkol (Purn.) KH Mahfud Ridwan, merupakan pejuang kemerdekaan penerima Bintang Gerilya.

Sementara ibunya, Hj. Soejati, aktif di Korps Wanita Veteran Indonesia (KOWAVERI).

Dari garis keluarga ibunya, Ibnu juga merupakan cucu KH Ridlwan Abdullah, tokoh NU yang dikenal sebagai pencipta lambang Nahdlatul Ulama.

Pendidikan dasarnya ditempuh di Malang sebelum melanjutkan studi Teknik Sipil Transportasi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Ia juga meraih gelar MBA bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dari Institut Pengembangan Wiraswasta Indonesia (IPWI) Jakarta.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved