Sejarah di Jatim
Candi Wonorejo Madiun, Jejak Pemujaan Hindu dengan Lingga Yoni yang Masih Utuh
Berawal dari wangsit hingga situs bersejarah, Lingga Yoni raksasa di Candi Wonorejo menjadi bukti jejak spiritual Hindu di wilayah Madiun masa lampau.
Penulis: Septadera Candra Purnama | Editor: Mujib Anwar
Ringkasan Berita:
- Candi Wonorejo di Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, dikenal sebagai Candi Lingga Yoni karena memiliki Lingga dan Yoni berukuran besar yang masih cukup utuh sebagai simbol pemujaan Dewa Siwa.
- Situs ini awalnya berupa gundukan tanah yang dianggap punden, dan ditemukan kembali pada 1989 setelah sesepuh desa bernama Sukarto Simun menerima wangsit.
- Setelah diteliti dan dipugar sejak 1996, situs ini menjadi wisata budaya, edukasi sejarah, dan bukti jejak peradaban Hindu-Buddha di wilayah Madiun.
TRIBUNJATIM.COM – Kabupaten Madiun tidak hanya dikenal sebagai daerah agraris dan jalur perdagangan penting di Jawa Timur, tetapi juga menyimpan berbagai peninggalan sejarah masa Hindu-Buddha.
Di balik ketenangan wilayah Caruban, terdapat jejak spiritual masa lampau yang masih berdiri kokoh dan terawat hingga sekarang, yakni Situs Candi Wonorejo di Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.
Situs bersejarah ini populer dikenal masyarakat sebagai Candi Lingga Yoni karena memiliki Lingga dan Yoni berukuran besar dengan kondisi masih cukup utuh.
Keberadaan Lingga dan Yoni tersebut menjadi penanda kuat bahwa Candi Wonorejo merupakan tempat peribadatan Hindu, khususnya pemujaan Dewa Siwa.
Selain memiliki nilai sejarah dan arkeologi, keberadaan Candi Wonorejo juga lekat dengan cerita masyarakat setempat mengenai punden desa dan penemuan situs yang berawal dari sebuah wangsit.
Lokasi dan Kondisi Situs Candi Wonorejo
Dilansir dari incar.jatimprov.go.id, Situs Candi Wonorejo berada di Dusun Santan, Desa Wonorejo, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.
Kawasan situs ini memiliki luas sekitar 424,3 meter persegi dengan ketinggian kurang lebih 107 meter di atas permukaan laut.
Secara geografis, kawasan situs berbatasan langsung dengan permukiman warga di sisi timur dan selatan, sementara sebelah utara berbatasan dengan puskesmas dan sisi barat berbatasan dengan jalan desa.
Hingga kini, Situs Candi Wonorejo masih dijaga oleh juru pelihara yang ditugaskan Balai Pelestarian Cagar Budaya serta Dinas Pariwisata Jawa Timur.
Selain menjadi situs sejarah, kawasan ini juga mulai dikembangkan sebagai wisata budaya sekaligus lokasi penelitian sejarah di Kabupaten Madiun.
Baca juga: Sejarah Candi Belahan di Pasuruan, Petirtaan Kuno dengan Pancuran Air dari Payudara Arca Dewi Laksmi
Berupa Gundukan Tanah yang Dianggap Punden
Sebelum dikenal sebagai situs candi, kawasan Candi Wonorejo dulunya hanyalah sebuah gundukan tanah yang ditumbuhi pohon nangka dan pohon spreh atau sejenis beringin.
Menurut cerita masyarakat, di bawah pohon tersebut terdapat batu pahat berbentuk persegi panjang menyerupai meja yang digunakan warga untuk meletakkan sesaji.
Candi Wonorejo
Candi Wonorejo Madiun
Sejarah Candi Wonorejo
Candi Lingga Yoni
Peninggalan Majapahit di Madiun
Tradisi Sedekah Bumi Wonorejo
batu Lingga Yoni
Arca Ganesha
Arca Agastya
arca Durga
Caruban
Dusun Santan
Desa Wonorejo
Kecamatan Mejayan
Kabupaten Madiun
Tempat Pemujaan Hindu
Madiun
Jawa Timur
meaningful
Hindu
| Museum SBY-Ani di Pacitan, Simbol Perjalanan Hidup Presiden Ke-6 RI dalam Bingkai White House |
|
|---|
| Kampoeng Heritage Kajoetangan Malang, Jejak Perkembangan Kota Era Kolonial hingga Wisata Kekinian |
|
|---|
| Candi Wringin Branjang, Jejak Pos Jaga Kerajaan Majapahit di Blitar |
|
|---|
| Museum Sunan Drajat Lamongan, Jejak Dakwah Wali Songo dan Warisan Islam untuk Edukasi Sejarah |
|
|---|
| Kisah Berdirinya Kampung Inggris Pare, Berawal dari Dua Mahasiswa hingga Jadi Ikon Eduwisata Populer |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Candi-Wonorejo-di-Madiun.jpg)