Mayoritas Dapur MBG di Jember Belum Punya SLHS, Harus Berulang Kali Uji Sampel Air
Dapur sehat yang belum punya SLHS lama beroperasinya bervariasi, bahkan ada yang baru berdiri satu bulan.
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Alga W
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi
TRIBUNJATIM.COM - Dapur makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mayoritas belum memiliki sertifikat layak higiene sanitasi (SLHS).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, dari 141 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi, baru 41 yang sudah terbit SLHS-nya.
Baca juga: Banyak Terima Komplain MBG, Wali Kota Malang Minta SPPG Kerja sesuai SOP Agar Makanan Layak Konsumsi
"Jadi ada 100 (dapur sehat belum punya SLHS) dan ada sebanyak enam yang sudah proses rekom (penerbitan LSHS)," ungkap Staf Bidang Kesehatan Lingkungan Dinkes, Pengendalian Penduduk dan KB Jember, Sri Indahwati, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, dapur sehat yang belum punya SLHS lama beroperasinya bervariasi, bahkan ada yang baru berdiri satu bulan.
"Tapi untuk lebih tepatnya tahunya dari KPPG, sementara kami disnya baru sekarang. Sehingga data milik kami banyak yang kosong," ungkap Indah.
Indah mengatakan, hal yang membuat SLHS tidak segera keluar kemungkinan karena belum terlalu diwajibkan.
Sehingga banyak pengurus SPPG tenang-tenang saja.
"Selain itu juga airnya tidak ditreatment. Kadang sampel makannya tidak memenuhi syarat, sehingga tidak diulang (untuk uji lab)," imbuhnya.
Dia mengatakan, ada 12 persyaratan yang harus dipenuhi SPPG untuk dapat SLHS.
Kata dia, empat di antarnya diperlukan persetujuan Dinas Kesehatan.
"Pengelola dan pejamah makanan harus bersertifikat. Terus disinfeksi kesehatan lingkungan, lalu kesehatan air dan uji lab makanan memenuhi syarat," tutur Indah.
Beberapa SPPG kesulitan mendapatkan SLHS saat uji lab air dan makanan, sebagian mereka sampai mengulang uji sampel tersebut hingga satu bulan.
"Uji lab makan maupun air satu ada yang lolos, lalu satu ada yang tidak lolos," kata Ketua Yayasan Bolo Haji Satib, pengelola SPPG Mumbulsari Lengkong Jember, Yakub Mulyono.
"Sehingga harus terus mengulang, sebab banyak unsur kimia yang diuji," imbuhnya.
| BPBD Jember Siaga Musim Kemarau, 6 Sumber Air Dicek |
|
|---|
| Harga Cabai Rawit Merah Juga Naik di Jember dalam 5 Hari Terakhir, Harga Sret Ori Rp55 Ribu per Kg |
|
|---|
| ASN Jember WFH Tiap Jumat Mulai Pekan Ini, Pelayanan Tetap Jalan |
|
|---|
| Street Food Baru Jember Hadir di Jalan Kartini, Pembangunan Hormati Aktivitas Gereja |
|
|---|
| Utang Pinjol Rp 50 Juta Jadi Rp 78 Juta, Arief Pengusaha Jember Terseok-seok Cicil Rp 6 Juta Sebulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Petugas-SPPG-Temas-Kota-Batu-mendistribusikan-Makan-Bergizi-Gratis-MBG.jpg)