Jatimpedia

Daftar Lima Kecamatan di Jember yang Berpotensi Rawan Kekeringan, Ada Kalisat 

Lima kecamatan di Kabupaten Jember termasuk dalam kawasan berpotensi terdampak tinggi bencana kekeringan di musim kemarau 2026.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Januar
serambinews.com
Ilustrasi artikel daftar 5 kecamatan di Jember yang berpotensi rawan alami kekeringan 

Ringkasan Berita:
  • Jember menetapkan lima kecamatan yakni Kalisat, Rambipuji, Sumbersari, Patrang, dan Tempurejo sebagai wilayah berpotensi tinggi terdampak kekeringan pada musim kemarau 2026.
  • BPBD Jember telah menyiapkan langkah mitigasi seperti pemetaan sumber air, penyediaan lima truk tangki air, serta koordinasi dengan relawan, TNI, Polri, dan desa tangguh bencana meski saat ini masih terjadi “kemarau basah”.

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Sri Wahyunik


TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Lima kecamatan di Kabupaten Jember termasuk dalam kawasan berpotensi terdampak tinggi bencana kekeringan di musim kemarau 2026.

Kelima kecamatan itu adalah Kalisat, Rambipuji, Sumbersari, Patrang, dan Tempurejo.

"Dari  kecamatan se-Kabupaten Jember, ada lima kecamatan ini masuk kawasan rawan tinggi untuk ancaman kekeringan. Meski sampai saat ini belum ada permintaan pengiriman air bersih, karena sekarang masih masuk kemarau basah, dibuktikan masih adanya hujan," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edy Budi Susilo, Rabu (20/5/2026).

Pemkab Jember, lanjut Edy Budi, telah melakukan sejumlah mitigasi dan persiapaan. Di antaranya Bupati mengeluarkan SK darurat bencana memasuki musim kemarau.

Berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau di Jember seharusnya sudah terjadi sejak April kemarin. Tetapi hingga Rabu (20/5/2026) sore, masih turun hujan di sejumlah wilayah di Kabupaten Jember.

Baca juga: 6 Daerah di Jatim Tetapkan Siaga Kekeringan, BPBD Kirim 10.000 Liter Air Bersih ke Bondowoso

"Karenanya sekarang disebut kemarau basah. Namun kami tetap melakukan langkah persoalan memasuki pergantian musim dari hujan ke kemarau. Kami cek kondisi sumber air yang bisa dipakai untuk suplai, dan sudah kami petakan," lanjut Edy.

BPBD Jember juga menyiapkan personel dan peralatan. BPBD juga berkoordinasi dengan lintas sektor, seperti relawan, desa tangguh bencana, juga TNI, dan Polri.

Untuk sumber air yang telah dipetakan, kata Edy, berjumlah enam titik.

Air dari keenam titik itu bisa diambil, untuk airnya kemudian disalurkan ke kawasan rawan bencana kekeringan.

"Seperti contoh ada sumber air di Kecamatan Silo, yang itu bisa diambil untuk didistribusikan ke kawasan timur jika ada yang membutuhkan. Kami menyiapkan lima truk tangki berkapasitas 5 ribu liter," tegas Edy.

Sementara itu untuk puncak musim kemarau berdasarkan prediksi BMKG akan terjadi di Bulan Agustus hingga September.

BNPB

Sementara itu, Plt Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pangarso Suryotomo mengatakan, semua daerah bersama sejumlah kalangan harus bersiap menghadapi ancaman bencana di musim kemarau.

Pihak yang bisa dilibatkan antara lain Desa Tangguh Bencana, juga Forum Pengurangan Risiko Bencana (FRPB).

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved