Jalan Terjal Pengembangan Tembakau dan Semangka Perumda Perkebunan Panglungan Jombang
Hasil panen perdana tembakau dan semangka Perumda Perkebunan Panglungan Jombang belum mampu menutup biaya produksi yang telah dikeluarkan.
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Dwi Prastika
Ringkasan Berita:
- Uji tanam perdana tembakau dan semangka di Wonosalam, Jombang, menghadapi persoalan yang berbeda.
- Tembakau tumbuh dengan baik, namun nilai jualnya tertekan akibat harga pasar yang sedang melemah. Sementara panen semangka tidak memberikan hasil optimal karena terganggu keterbatasan air.
- Hasil panen perdana Perumda Perkebunan Panglungan Jombang belum mampu menutup biaya produksi yang telah dikeluarkan.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Puji Widodo
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Pengembangan tembakau dan semangka sebagai komoditas andalan Perumda Perkebunan Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, masih menghadapi jalan terjal.
Uji tanam perdana yang dilakukan di kawasan Kecamatan Wonosalam itu belum mampu menghasilkan panen sesuai target yang diharapkan.
Pada musim panen awal tersebut, dua komoditas yang diharapkan menjadi unggulan justru dihadapkan pada persoalan berbeda.
Tembakau tumbuh dengan kualitas tanaman yang dinilai cukup baik, namun nilai jualnya tertekan akibat harga pasar yang sedang melemah.
Sementara itu, panen semangka tidak memberikan hasil optimal karena terganggu keterbatasan ketersediaan air selama masa pertumbuhan.
Direktur Perumda Perkebunan Panglungan, Agus Mujiono, menyampaikan, budi daya tembakau dan semangka ini merupakan pengalaman pertama yang dilakukan di lahan Panglungan.
Menurutnya, dari sisi teknis budi daya, tanaman tembakau sebenarnya berkembang dengan baik, namun kondisi pasar belum berpihak pada petani maupun pengelola.
"Untuk tembakau, kualitas tanamannya bagus, tetapi harganya sedang jatuh. Sedangkan semangka memang sudah dipanen, namun hasilnya belum maksimal karena kekurangan air saat pertumbuhan," ucapnya saat dikonfirmasi TribunJatim.com pada Minggu (21/12/2025).
Agus mengakui, secara hitung-hitungan ekonomi, hasil panen perdana tersebut belum mampu menutup biaya produksi yang telah dikeluarkan.
Tetap Memberikan Manfaat
Kendati demikian, ia menilai program uji coba ini tetap memberikan manfaat, terutama sebagai sarana pembelajaran bagi pengelola dan tenaga kerja.
Baca juga: Alasan Perumda Panglungan Jombang Pilih Tanam Tembakau dan Semangka sebagai Komoditas Utama
"Ini panen pertama untuk kedua komoditas. Dari sisi hasil memang belum memuaskan, tapi dari proses budi daya, kami mendapatkan banyak pelajaran. Ada peningkatan kapasitas dan pengalaman SDM (Sumber Daya Manusia) kami," kata dia.
Ia menambahkan, tantangan utama dalam pengembangan semangka ke depan adalah persoalan air.
Keterbatasan sumber air membuat sistem irigasi belum berjalan optimal, sehingga penyiraman masih dilakukan secara manual.
"Kemarin penyiraman dilakukan dengan cara manual karena sumber air terbatas," pungkas Agus.
Perumda Perkebunan Panglungan
Kecamatan Wonosalam
Jombang
Agus Mujiono
TribunJatim.com
Berita Jombang Terkini
Tribun Jatim
berita Jatim terkini
| Ramalan Cuaca Jatim Kamis 16 April 2026, Semua Wilayah Cerah, Suhu Sumenep Terpanas |
|
|---|
| Dokter Spesialis Paru Ungkap Risiko Serius Sleep Apnea: 75 Persen Berujung Pada Stroke |
|
|---|
| Menantu Gelapkan Uang Mertua Hasil Jual Kopi Rp4,7 M, Pembeli Bayar Lunas Dibilang Ngutang |
|
|---|
| Protes Rumput Ketinggian hingga Wasit Ditolak UEFA, Barcelona Optimis Buru Keajaiban |
|
|---|
| Daftar Tanggal Merah Kalender Mei 2026, Ada Jatah 3 Long Weekend |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-tembakau-yang-ditanam-oleh-Perumda-Perkebunan-Panglungan-jombang.jpg)