Jalan Terjal Pengembangan Tembakau dan Semangka Perumda Perkebunan Panglungan Jombang

Hasil panen perdana tembakau dan semangka Perumda Perkebunan Panglungan Jombang belum mampu menutup biaya produksi yang telah dikeluarkan.

Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com/Perumda Panglungan Jombang
TEMBAKAU - Tumbuh suburnya komoditas tanaman tembakau yang ditanam oleh Perumda Perkebunan Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Minggu (21/12/2025). Tanaman tembakau sebenarnya berkembang dengan baik, namun kondisi pasar belum berpihak pada petani maupun pengelola. 

Ringkasan Berita:
  • Uji tanam perdana tembakau dan semangka di Wonosalam, Jombang, menghadapi persoalan yang berbeda.
  • Tembakau tumbuh dengan baik, namun nilai jualnya tertekan akibat harga pasar yang sedang melemah. Sementara panen semangka tidak memberikan hasil optimal karena terganggu keterbatasan air.
  • Hasil panen perdana Perumda Perkebunan Panglungan Jombang belum mampu menutup biaya produksi yang telah dikeluarkan.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Puji Widodo

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Pengembangan tembakau dan semangka sebagai komoditas andalan Perumda Perkebunan Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, masih menghadapi jalan terjal. 

Uji tanam perdana yang dilakukan di kawasan Kecamatan Wonosalam itu belum mampu menghasilkan panen sesuai target yang diharapkan.

Pada musim panen awal tersebut, dua komoditas yang diharapkan menjadi unggulan justru dihadapkan pada persoalan berbeda. 

Tembakau tumbuh dengan kualitas tanaman yang dinilai cukup baik, namun nilai jualnya tertekan akibat harga pasar yang sedang melemah.

Sementara itu, panen semangka tidak memberikan hasil optimal karena terganggu keterbatasan ketersediaan air selama masa pertumbuhan.

Direktur Perumda Perkebunan Panglungan, Agus Mujiono, menyampaikan, budi daya tembakau dan semangka ini merupakan pengalaman pertama yang dilakukan di lahan Panglungan. 

Menurutnya, dari sisi teknis budi daya, tanaman tembakau sebenarnya berkembang dengan baik, namun kondisi pasar belum berpihak pada petani maupun pengelola.

"Untuk tembakau, kualitas tanamannya bagus, tetapi harganya sedang jatuh. Sedangkan semangka memang sudah dipanen, namun hasilnya belum maksimal karena kekurangan air saat pertumbuhan," ucapnya saat dikonfirmasi TribunJatim.com pada Minggu (21/12/2025). 

Agus mengakui, secara hitung-hitungan ekonomi, hasil panen perdana tersebut belum mampu menutup biaya produksi yang telah dikeluarkan.

Tetap Memberikan Manfaat

Kendati demikian, ia menilai program uji coba ini tetap memberikan manfaat, terutama sebagai sarana pembelajaran bagi pengelola dan tenaga kerja.

Baca juga: Alasan Perumda Panglungan Jombang Pilih Tanam Tembakau dan Semangka sebagai Komoditas Utama

"Ini panen pertama untuk kedua komoditas. Dari sisi hasil memang belum memuaskan, tapi dari proses budi daya, kami mendapatkan banyak pelajaran. Ada peningkatan kapasitas dan pengalaman SDM (Sumber Daya Manusia) kami," kata dia.

Ia menambahkan, tantangan utama dalam pengembangan semangka ke depan adalah persoalan air.

Keterbatasan sumber air membuat sistem irigasi belum berjalan optimal, sehingga penyiraman masih dilakukan secara manual.

"Kemarin penyiraman dilakukan dengan cara manual karena sumber air terbatas," pungkas Agus.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved