RAMADAN 2026

Cara Wabup Jombang Isi Ramadan 2026, Siang Urus Rakyat, Malam Ngaji Kitab Kuning 

Langit Kalibening mulai temaram ketika satu per satu santri bergegas menuju serambi masjid Pondok Pesantren Babussalam

Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Anggit Puji Widodo
RAMADAN - Wakil Bupati Jombang KH Salmanudin Yazid atau Gus Salman saat mengisi pengajian kitab kuning di sela aktivitasnya sebagai Wakil Bupati di Pondok Pesantren Babussalam, Dusun Kalibening, Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Rabu (4/3/2026). Jaga tradisi 16 tahun yang sudah dibangun. 

Ringkasan Berita:
  • Wakil Bupati Jombang KH. Salmanudin Yazid (Gus Salman) tetap menjalankan tugas pemerintahan di siang hari, sementara malam harinya mengasuh dan mengajar santri di Pondok Pesantren Babussalam, Mojoagung.
  • Setiap Ramadan, Gus Salman memimpin pengajian kitab Jawahirul Bukhari sebanyak 17 pertemuan hingga khatam. Tradisi ini tetap dijaga meski kini ia menjabat sebagai pejabat publik.

 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Anggit Puji Widodo

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Langit Kalibening mulai temaram ketika satu per satu santri bergegas menuju serambi masjid Pondok Pesantren Babussalam, Dusun Kalibening, Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang

Di antara mereka, sosok yang siangnya berkemeja rapi di kantor pemerintahan, malam itu duduk bersila dengan kitab kuning di tangan.

Dialah Wakil Bupati Jombang, KH. Salmanudin Yazid, yang akrab disapa Gus Salman.

Ramadan bagi Gus Salman bukan sekadar penanda bulan suci dalam kalender hijriah. Ia menjadikannya ruang untuk menata ulang keseimbangan hidup, antara tanggung jawab sebagai pejabat publik dan amanah sebagai pengasuh pesantren.

Baca juga: Tak Bisa Menahan Amarah di Bulan Ramadan? Ini Dampaknya pada Puasa

Setiap pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, ia sudah bertolak ke kantor wakil bupati untuk menjalani agenda pemerintahan dan melayani warga Kabupaten Jombang.

Rapat, audiensi, hingga kunjungan kerja mengisi hari-harinya. Namun ketika jarum jam mengarah ke malam, perannya bergeser.

"Kalau malam tidak ada agenda dinas, jadi tetap dimanfaatkan untuk wiridan yang selama ini saya pegang," ucap Gus Salman kepada Tribunjatim.com pada Rabu (4/3/2026).

Dengan seizin Bupati Jombang, Warsubi, ia mengkhususkan malam-malam Ramadan untuk kembali ke pesantren yang diasuhnya. 

Di hadapan ratusan santri, Gus Salman memimpin pengajian kitab kuning, tradisi yang telah ia rawat selama 16 tahun terakhir.

Kitab yang dibaca hampir tak pernah berubah setiap Ramadan, yakni Jawahirul Bukhari, yang berisi kumpulan hadis. Pengajian digelar sebanyak 17 kali pertemuan hingga khatam.

"Tiap Ramadan selalu baca Jawahirul Bukhari. Dulu pagi juga ada Al-Hikam dan Bulughul Maram. Setelah jadi pejabat, kita ambil malam saja," tuturnya.

Bagi Gus Salman, mengajar di pesantren bukan aktivitas tambahan, melainkan bagian dari identitas yang tak terpisahkan. Ia menyebut, menjaga tradisi mengaji adalah cara merawat niat awal pengabdian.

"Keinginan pesantren tetap jalan, keinginan pribadi jalan. Khidmat di Kabupaten Jombang juga tetap jalan," katanya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved