Teror Piton Mangsa Ternak di Kediri, Petugas Evakuasi 3 Ular dalam Semalam, Warga Diminta Waspada
Petugas Damkar Kabupaten Kediri mengevakuasi 3 ekor ular piton dari lokasi berbeda dalam satu malam. 2 antaranya ditemukan di kandang ayam
Penulis: Isya Anshori | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Petugas Damkar Kabupaten Kediri mengevakuasi tiga ular piton dari tiga lokasi berbeda dalam satu malam, dua di antaranya ditemukan di kandang ayam setelah memangsa ternak warga.
- Ular yang diamankan memiliki ukuran besar, masing-masing sekitar 2,3 meter (15 kg) dan 2,1 meter, serta satu piton lebih kecil
- Kemunculan ular kemungkinan akibat berkurangnya sumber makanan atau terganggunya ekosistem
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori
TRIBUNJATIM.COM - Petugas Damkar Kabupaten Kediri mengevakuasi 3 ular piton dari lokasi berbeda dalam satu malam.
Dua di antaranya ditemukan di kandang ayam warga dan sudah memangsa ternak sebelum akhirnya berhasil diamankan.
Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan evakuasi dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat yang resah dengan kemunculan ular di sekitar permukiman.
"Dalam satu malam kami mengevakuasi tiga ular dari tiga lokasi berbeda. Dua ditemukan di kandang ayam, satu di antaranya sudah menelan ayam milik warga," ujarnya, Senin (2/3/2026).
Menurut Kaleb, dua ular yang ditemukan di kandang ayam memiliki ukuran cukup besar. Salah satunya memiliki panjang sekitar 2,3 meter dengan berat kurang lebih 15 kilogram. Sementara satu lainnya panjang sekitar 2,1 meter dengan berat hampir sama.
Untuk lokasinya berada di Kecamatan Mojo, Ngasem, dan Plemahan.
Petugas Damkar yang tiba di lokasi langsung melakukan proses evakuasi menggunakan alat khusus berupa stik ular.
Meski sempat mendapatkan perlawanan, ular berhasil diamankan dalam waktu sekitar satu jam tanpa menimbulkan korban.
Baca juga: Dengar Suara Gaduh di Kandang, Warga Kediri Panik Temukan Ular Piton Memangsa Ayam
Selain dua piton berukuran besar, petugas juga menemukan satu piton berukuran lebih kecil di lokasi berbeda.
Temuan ini memunculkan kekhawatiran adanya ular dengan ukuran lebih besar di sekitar area tersebut.
"Kalau ada piton kecil, kemungkinan ada indukan atau yang lebih besar. Ini yang perlu kita waspadai bersama," jelas Kaleb.
Kaleb menduga kemunculan ular ke permukiman bisa disebabkan berkurangnya sumber makanan di habitat aslinya atau terganggunya ekosistem.
Kondisi ini membuat ular masuk ke kawasan warga untuk mencari mangsa, terutama unggas ternak.
| Curhat Seller Gamis di Malang, Jualan Online Makin Berat: COD dan Retur Bikin Rugi |
|
|---|
| Lika Liku Bisnis Online Hingga Menjadi Gaya Hidup Belanja Pelanggan di Kota Batu |
|
|---|
| Pelajar di Malang Jadi Korban Penipuan Polisi Gadungan Modus Tilang, Handphone Dirampas |
|
|---|
| Sustainability Fashion, Java Paragon Gandeng IFC dan Artlab Gelar Workshop Kreatif |
|
|---|
| Seleksi Sekda Kota Batu Dibuka, ASN Se-Jatim Bisa Daftar hingga 21 April 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Petugas-Damkar-Kediri-saat-evakuasi-ular-piton-untuk-diamankan-di-Pos.jpg)