Kolesterol dan Gula Darah Tinggi Bisa Ganggu Fungsi Hati, Kok Bisa?

Pulang malam lalu makan besar, terlalu sering minum minuman manis, hobi gorengan, atau minim aktivitas fisik sering terasa

Tayang:
Editor: Ndaru Wijayanto
Istimewa
Kolesterol dan Gula Darah Tinggi Bisa Ganggu Fungsi Hati, Kok Bisa? 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pulang malam lalu makan besar, terlalu sering minum minuman manis, hobi gorengan, atau minim aktivitas fisik sering terasa sebagai kebiasaan yang “normal” dalam rutinitas sehari-hari. Padahal pola hidup seperti ini dapat membuat kolesterol dan gula darah perlahan meningkat. 

Bukan hanya berdampak pada berat badan atau risiko diabetes, kondisi tersebut juga dapat “menyerang” liver (hati) dan memicu penumpukan lemak di hati atau fatty liver yang dikenal sebagai metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease (MASLD).

Sayangnya, gangguan hati sering berkembang tanpa gejala yang jelas hingga kondisinya sudah cukup serius.

Selaras dengan penjelasan Dr.dr. Kaka Renaldi, Sp.PD-KGEH, FINASIM dari Mayapada Hospital Kuningan, gangguan pada hati umumnya tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan kondisi metabolik yang berkembang perlahan tanpa disadari.

Baca juga: Kenalkan Sinus Center, Mayapada Hospital Beri Solusi Pemulihan Sinusitis yang Lebih Cepat dan Nyaman

“Ketika kolesterol dan gula darah tidak terkontrol dalam jangka waktu tertentu, dampaknya tidak hanya memengaruhi metabolisme secara umum, tetapi juga fungsi hati. Karena itu, perubahan pada profil metabolik sebaiknya sudah menjadi sinyal untuk mulai memperhatikan kondisi hati sejak dini.”

Ia menambahkan, “Pada tahap awal, fatty liver sering tidak menimbulkan keluhan yang khas. Banyak orang tetap merasa sehat dan menjalani aktivitas seperti biasa, sehingga perubahan di dalam tubuh sering tidak terdeteksi sejak awal.” Tidak jarang, kondisi ini baru diketahui setelah berkembang lebih jauh.

Keterkaitan antara kolesterol, gula darah, dan kesehatan liver (hati) menjadi penting untuk dipahami.

Kenaikan trigliserida, gula darah yang tidak stabil, berat badan bertambah, atau lingkar perut membesar bisa menjadi tanda metabolisme tubuh tidak berjalan optimal. 

Pada akhirnya, menjaga kolesterol dan gula darah tetap stabil bukan hanya soal mencegah penyakit jantung atau diabetes, tetapi juga bagian penting dari menjaga kesehatan hati.

Untuk mendukung deteksi dini dan pengelolaan kondisi tersebut, Mayapada Hospital Kuningan (MHKN) menyediakan layanan kesehatan hati, gangguan metabolik, dan pengelolaan berat badan yang berfokus pada risiko seperti obesitas, diabetes, dislipidemia, dan sindrom metabolik.

Pemeriksaan seperti USG abdomen, CT scan, MRI, dan endoskopi tersedia untuk membantu evaluasi kondisi secara lebih akurat. 

Layanan ini didukung oleh tim dokter multidisiplin dan fasilitas modern seperti USG elastografi untuk pemeriksaan hati non-invasif, serta Total Body Matrix Assessment (TBMA) untuk evaluasi komposisi tubuh dan indikator metabolik.

Seluruh layanan tersebut merupakan bagian dari Gastrohepatology Center, layanan komprehensif untuk penanganan gangguan saluran pencernaan yang tersedia di seluruh unit Mayapada Hospital, mulai dari Jakarta Selatan (Lebak Bulus dan Kuningan Rasuna Said), Tangerang, Bogor, Surabaya, hingga Bandung, dan akan segera hadir di Jakarta Timur.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, atau melalui aplikasi MyCare.

Melalui aplikasi ini, masyarakat juga dapat mengakses informasi kesehatan dari dokter Mayapada Hospital lewat fitur Health Articles & Tips, serta fitur Personal Health untuk memantau detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI). 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved