Berita Malang

SMA Dempo Malang : Menelusuri Keanekaragaman Alam dan Budaya Melalui Program DEEP

Dalam kegiatan DEEP ini, peserta didik akan diberi kesempatan untuk menjelajahi dunia di luar dinding-dinding kelas

Editor: Samsul Arifin
istimewa
Pada hari Sabtu, 9 Maret 2024, siswa-siswa kelas X hingga kelas XII SMA Katolik St. Albertus Malang (SMA Dempo Malang) mengikuti satu program sekolah yaitu Dempo Environmental Education Program (DEEP). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pada hari Sabtu, 9 Maret 2024, siswa-siswa kelas X hingga kelas XII SMA Katolik St. Albertus Malang (SMA Dempo Malang) mengikuti satu program sekolah yaitu Dempo Environmental Education Program (DEEP).

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk school trip ini dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran di luar sekolah dengan tujuan tidak hanya memberikan wawasan akademis kepada siswa, tetapi juga merangsang rasa kepedulian terhadap lingkungan, keberagaman hayati, dan kekayaan budaya di sekitar mereka.

Melalui pengalaman langsung, peserta didik diajak untuk menjadi warga yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan melestarikan nilai-nilai budaya.

Dalam kegiatan DEEP ini, peserta didik akan diberi kesempatan untuk menjelajahi dunia di luar dinding-dinding kelas. Kegiatan ini juga membuat peserta didik terlibat dalam kegiatan yang relevan dengan materi pelajaran.

Terlebih lagi kegiatan DEEP juga memiliki manfaat bagi peserta didik dan juga guru karena dengan mengikuti kegiatan belajar di luar sekolah ini, peserta didik dapat memperluas wawasan dan pengetahuan, meningkatkan keterampilan sosial, mengembangkan kepribadian dan kepercayaan diri, menghidupkan pembelajaran, mengaplikasikan pengetahuan secara praktis,  memperkuat hubungan siswa dengan guru.

deep sma dempo malang
Dalam kegiatan DEEP ini, peserta didik akan diberi kesempatan untuk menjelajahi dunia di luar dinding-dinding kelas. Kegiatan ini juga membuat peserta didik terlibat dalam kegiatan yang relevan dengan materi pelajaran.

Kelas X begitu bersemangat untuk mengunjungi Taman Safari Indonesia, Prigen. Destinasi ini dipilih dengan tujuan utama yaitu pengamatan langsung terhadap konservasi fauna.

Para siswa mendapatkan kesempatan langka untuk melihat berbagai spesies hewan yang dilindungi, dan memahami pentingnya menjaga keberagaman hayati. Dalam kunjungan ini, siswa diajak untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan edukatif, seperti workshop dan diskusi tentang langkah-langkah yang dapat diambil untuk melestarikan flora dan fauna di Indonesia.

Kelas XI mengunjungi Ubaya Training Center di Trawas Mojokerto. Di sini, fokus utamanya adalah memperoleh informasi tentang budidaya tanaman pangan, industri, serta seni budaya dan kuliner.

Para siswa mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para ahli pertanian dan industri lokal.

Mereka memperoleh wawasan mendalam tentang teknik budidaya tanaman pangan yang berkelanjutan, proses produksi industri, dan potensi pengembangan bisnis kuliner di daerah tersebut. Selain itu, siswa juga diajak untuk secara langsung melihat situs-situs Gunung Pananggungan.

Kelas XII mengunjungi Bhakti Alam di Pasuruan untuk mengakhiri masa SMA mereka dengan kegiatan outbound.

Tujuan dari kegiatan ini bukan hanya untuk melepaskan kepenatan belajar sebelum menghadapi ujian satuan pendidikan, tetapi juga untuk membangun kerjasama tim, kepemimpinan, dan keterampilan interpersonal.

Para siswa diajak untuk menghadapi berbagai tantangan fisik dan mental serta memperkuat rasa solidaritas di antara mereka. Kegiatan outbound di Bhakti Alam memberikan momen kebersamaan yang tidak terlupakan sebelum para siswa melangkah ke fase berikutnya dalam kehidupan mereka.

Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat menjadi model pembelajaran holistik untuk menciptakan generasi muda yang berpengetahuan luas dan peduli terhadap dunia di sekitar mereka.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved