PDI Perjuangan Jatim Ingatkan Kenaikan LPG dan BBM Bisa Picu Harga Sektor Lain
DPD PDI Perjuangan Jawa Timur meminta pemerintah pusat untuk mempertimbangkan ulang kenaikan harga LPG nonsubsidi baik 5 kilogram maupun 12
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- PDI Perjuangan Jatim meminta pemerintah meninjau ulang kenaikan LPG dan BBM nonsubsidi.
- Deni Wicaksono khawatir kenaikan akan memicu lonjakan harga sektor lain.
- Kenaikan dinilai berpotensi menekan daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi.
- PDIP berharap BBM subsidi tetap dipertahankan untuk mengurangi beban rakyat.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti
TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - DPD PDI Perjuangan Jawa Timur meminta pemerintah pusat untuk mempertimbangkan ulang kenaikan harga LPG nonsubsidi baik 5 kilogram maupun 12 kilogram serta Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono khawatir kenaikan harga LPG dan BBM tersebut akan merembet pada sektor lain yang harganya juga ikut meningkat.
"Kajian tersebut di DPR RI karena yang merumuskan adalah wakil-wakil kita yang ada di pusat tapi kami tetap melihat dan berusaha untuk hadir lah di tengah-tengah masyarakat agar dampak ini bisa diperhitungkan, dipertimbangkan lagi kenaikannya tidak terlalu berdampak signifikan," kata Deni ditemui di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun, Jalan Nasional Madiun - Nganjuk, Desa Tiron, Kecamatan/Kabupaten Madiun, Senin (20/4/2026).
Jika kenaikan LPG maupun BBM non subsidi tersebut menyebabkan kenaikan harga di sektor lain tentu akan menambah beban masyarakat dan menurunkan daya beli masyarakat.
"Ini menjadi catatan kami dan kami berharap betul bahwa untuk BBM subsidi tetap dipertahankan sehingga dampaknya tidak terlalu membebani rakyat di tengah kondisi ekonomi yang sekarang semakin sulit," tambah Wakil Ketua DPRD Jatim tersebut.
Baca juga: Madiun Jadi Perhatian Khusus PDI Perjuangan Jatim, Menang Pileg tapi Dapat Evaluasi Pilkada
Seperti diketahui, untuk wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, harga LPG 12 kg naik dari Rp 192.000 menjadi Rp 228.000 per tabung, atau meningkat sebesar 18,75 persen, sedangkan LPG 5,5 kg naik dari Rp 90.000 menjadi Rp 107.000 per tabung, setara dengan kenaikan 18,89 persen.
Sedangkan BBM nonsubsidi jenis Pertamax Turbo kini dibanderol Rp 19.400 per liter, naik Rp 6.300 dari sebelumnya Rp 13.100 per liter.
Kenaikan lebih tinggi terjadi pada Dexlite yang kini mencapai Rp 23.600 per liter, atau melonjak Rp 9.400 dari harga sebelumnya Rp 14.200 per liter
Lalu, Pertamina Dex juga mengalami kenaikan sebesar Rp 9.400, dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.900 per liter.
Baca juga: PDI Perjuangan Jatim Anggap Sikap Megawati soal Timur Tengah Cerminkan Kepemimpinan Negarawan
kenaikan harga LPG nonsubsidi
harga LPG nonsubsidi
LPG nonsubsidi
harga LPG
Pertamax Turbo
PDI Perjuangan Jatim
| LPG Nonsubsidi Tembus Rp228.000, Pengusaha Kuliner di Tuban Lakukan Efisiensi Operasional |
|
|---|
| Dilema Pengusaha Kuliner di Tulungagung Terdampak Kenaikan Harga LPG Nonsubsidi |
|
|---|
| Harga LPG Nonsubsidi Naik Ugal-ugalan, Banyak Pelanggan di Ponorogo Batalkan Pembelian |
|
|---|
| Harga LPG Nonsubsidi Naik Tinggi, Warga Jember Mulai Beralih ke Tabung 3 Kg |
|
|---|
| Harga LPG Non Subsidi Naik, Pengusaha Hotel Bondowoso Resah, Pengeluaran Naik 20 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/PDI-Perjuangan-Jatim-Ingatkan-Kenaikan-LPG-dan-BBM-Bisa-Picu-Harga-Sektor-Lain.jpg)