Pemkab Madiun Dekatkan Layanan Adminduk Lewat Sarapan Pecel, Urus Akta hingga KTP Cukup di Desa
Bupati Madiun, Hari Wuryanto meluncurkan inovasi Sarapan Pecel atau Sistem Administrasi Kependudukan Terdepan di Pedesaan, Pelayanan Efektif
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kabupaten Madiun meluncurkan inovasi “Sarapan Pecel” untuk mendekatkan layanan administrasi kependudukan ke desa.
- Warga kini bisa mengurus berbagai dokumen seperti KK, KTP, dan akta langsung di kantor desa/kelurahan.
- Terdapat 206 gerai layanan adminduk yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti
TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Bupati Madiun, Hari Wuryanto meluncurkan inovasi Sarapan Pecel atau Sistem Administrasi Kependudukan Terdepan di Pedesaan, Pelayanan Efektif, Cepat dan Langsung Terlayani, Senin (27/4/2026).
Lewat inovasi tersebut, Pemkab Madiun berupaya mendekatkan layanan administrasi kependudukan hingga ke tingkat desa-kelurahan.
Inovasi ini merupakan solusi bagi masyarakat Kampung Pesilat terutama bagi yang berdomisili di pegunungan dan jauh dari pusat pemerintahan agar lebih dekat dalam mengurus dokumen kependudukan.
"Kami berharap pelayanan terhadap identitas diri, pencatatan sipil itu, bisa langsung ke desa-desa. Dengan inovasi ini Alhamdulillah, seluruh desa sudah kita bisa layani. Jadi, kalau mengurus KTP atau dokumen kependudukan, bisa langsung di kantor desa," kata Hari Wuryanto ditemui di Pendopo Muda Graha, Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Senin (27/4/2026).
Dengan inovasi tersebut semua dokumen kependudukan bisa dilayani di tingkat desa, mulai dari pengurus Kartu Keluarga, perubahan identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP), hingga akta kelahiran, kematian dan lainnya
"Semua desa bisa melayani, sudah ada petugasnya di masing-masing desa/kelurahan," tegas Hari Wuryanto.
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Madiun, Sigit Budi Santoso menuturkan, inovasi Sarapan Pecel merupakan wujud inovasi transformasi layanan publik di Kabupaten Madiun.
Baca juga: Bupati Madiun Lepas 457 Calon Jemaah Haji, 85 Masuk Kategori Risiko Tinggi
"Kita membuka Gerai Adminduk di setiap desa dan kelurahan. Ada 206 Gerai Adminduk yang bisa diakses masyarakat," kata Sigit.
Ada 20 dokumen yang bisa dilayani di Gerai Sarapan Pecel mulai dari KK, KTP, akta kelahiran, surat keterangan pindah datang, perubahan data, dan sebagainya.
Sedangkan untuk perekaman KTP-elektronik, masyarakat bisa melakukan pengajuan di desa namun untuk perekaman tetap harus datang ke kecamatan.
"Bagi penduduk yang rentan, disabilitas, maupun lansia, bisa mengajukan ke desa lalu Dukcapil akan datang ke alamat masing-masing by name by address. Jadi masyarakat yang rentan, lansia, difabel, kita akan datangi satu per satu," jelas Plt Sekda Kabupaten Madiun tersebut.
Sigit menyebutkan tahapan pembukaan gerai di tiap desa ini memang tidak mudah, salah satu tantangannya adalah memastikan akses internet di setiap desa, terutama di pegunungan harus tersedia.
"Semua sudah kita lakukan tahapan-tahapan uji coba dan semuanya sudah siap dengan koneksi jaringan internetnya," jelas Sigit.
| Bupati Madiun Lepas 457 Calon Jemaah Haji, 85 Masuk Kategori Risiko Tinggi |
|
|---|
| Alasan Pemerintah Wacana Denda ke Warga Jika Kartu E-KTP Hilang, Wamendagri Sentil Tanggungjawab |
|
|---|
| Penjelasan Wamendagri Bima Arya soal Denda Menghilangkan KTP: Biaya Cetak Baru |
|
|---|
| Berangkat ke Tanah Suci, Puluhan ASN Pemkot dan Pemkab Madiun Ajukan Cuti Haji |
|
|---|
| Sosok Bima Arya Sugiarto, Wamendagri Wacanakan Denda Menghilangkan KTP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Bupati-Madiun-Hari-Wuryanto-ditemui-di-Pendopo-Muda-Graha-Kelurahan-Pangonganga.jpg)