Panen Sempat Tertunda, Bulog Hadir Jaga Asa Petani Tetap Menyala

Mendung menggantung rendah di langit Desa Sukolilo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, sore itu

Tayang:
Tribun Jatim Network/Sofyan Arif Candra Sakti
PANEN - Petani di Desa Sukolilo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun panen padi, Minggu (12/4/2026). Petani semringah karena harga gabah naik saat musim panen datang. 

Ringkasan Berita:
  • Harga gabah di Madiun sempat turun hingga Rp5.800 per kilogram dan membuat petani resah. 
  • Program Sergab Bulog menyerap gabah petani dengan HPP Rp6.500 per kilogram. 
  • Sebanyak 30 ton gabah dari Poktan Dadi Rukun berhasil diserap Bulog dan langsung dibayar ke rekening petani.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Mendung menggantung rendah di langit Desa Sukolilo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, sore itu. 

Cahaya senja menghilang lebih cepat. Satu per satu petani meninggalkan sawah, memanggul lelah setelah seharian membakar punggung di hamparan padi yang mulai menguning.

Musim panen seharusnya menjadi waktu yang paling ditunggu. Setelah sekitar 90 hari merawat Oryza sativa, hasil kerja keras akhirnya siap dipetik. 

Namun bagi Edi Bhaskoro, petani setempat, datangnya panen justru membawa kegelisahan.

Harga gabah dalam pekan terakhir bulan April 2025 turun hingga Rp 5.800 per kilogram. Angka itu jauh dari harapan petani.

Di perjalanan pulang menuju rumah, Bhaskoro saling bertukar cerita dengan petani lainnya. Keluhannya serupa. Mereka takut hasil panen tidak mampu menutup biaya produksi yang terus meningkat.

"Petani juga berpikir, kalau caranya begini, buat apa menanam padi, buat apa jadi petani. Rugi terus," kata Bhaskoro, Minggu (17/5/2026).

Padahal padi miliknya sebenarnya sudah siap dipanen. Namun panen sengaja ditunda. Ia memilih menunggu harga membaik meski tak tahu sampai kapan.

Malam itu terasa panjang bagi Bhaskoro. Di teras rumahnya, ditemani kopi hitam dan asap rokok yang berbaur dengan angin dingin pedesaan, pikirannya dipenuhi berbagai keresahan.

Bukan hanya tanggung jawab kepada keluarganya sendiri. Sebagai pengurus Kelompok Tani (Poktan) Dadi Rukun Desa Sukolilo, ia juga memikirkan nasib para petani lain yang menggantungkan hidup dari sawah.

Baca juga: Kejar Target 25 Mei, Bulog Madiun Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk 166 Ribu Warga Ngawi

Harapan Datang dari Program Sergab Bulog

Di tengah kegelisahan itu, secercah harapan datang.

Kabar mengenai program Sergab (Serapan Gabah) Bulog disampaikan Babinsa Desa Sukolilo dari Koramil 0803/04 Jiwan, Serda Suprianto. Pemerintah melalui Bulog siap menyerap gabah petani dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Bagi petani, angka itu seperti napas baru.

"Anggota Poktan langsung menanyakan apa saja syaratnya. Ternyata gampang, apalagi teman-teman sudah tergabung dalam lembaga Poktan, tinggal setor KTP dan data rekening saja," ujar Bhaskoro.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved