Hujan Deras Picu Longsor, Jalan Penghubung Antar Desa di Sampang Amblas

Akses utama warga di Dusun Dubaja, Desa Karangpenang Onjur, Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang, Madura, terputus total

Tayang:
Penulis: Hanggara Syahputra | Editor: Ndaru Wijayanto
Istimewa
JALAN LONGSOR : Kondisi akses utama warga di Dusun Dubaja, Desa Karangpenang Onjur, Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang, Madura, terputus total setelah diterjang longsor, pada (7/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Longsor akibat hujan deras memutus total akses utama warga Dusun Dubaja, Desa Karangpenang Onjur, Sampang, setelah badan jalan di tepi tebing amblas.
  • Longsor terjadi karena tanah labil dan erosi air hujan berkepanjangan, sehingga jalur penghubung antar desa tak bisa dilalui kendaraan.
  • Aktivitas warga terganggu karena jalan tersebut vital untuk pasar, pertanian, sekolah, dan layanan kesehatan; warga terpaksa memutar atau menunda kegiatan.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanggara Pratama

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Akses utama warga di Dusun Dubaja, Desa Karangpenang Onjur, Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang, Madura, terputus total setelah diterjang tanah longsor, Selasa (7/1/2026). 

Badan jalan yang berada di tepi tebing amblas, membuat jalur penghubung antar desa tak dapat dilalui kendaraan.

Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak malam hingga pagi hari.

Tingginya curah hujan membuat struktur tanah di tebing kehilangan daya tahan hingga akhirnya runtuh dan menyeret sebagian badan jalan ke bawah.

Salah satu warga, Mahrus, mengatakan bahwa longsor terjadi secara tiba-tiba setelah hujan dengan intensitas tinggi berlangsung cukup lama. Kondisi tanah yang labil menjadi faktor utama amblesnya jalan tersebut.

"Air hujan terus menggerus tanah di sisi jalan. Tebing tidak kuat menahan beban, akhirnya runtuh dan jalan ikut ambruk," ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Akibat kejadian itu, aktivitas warga terganggu. Kendaraan roda dua maupun roda empat tak dapat melintas, sehingga masyarakat terpaksa memutar melalui jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh.

Sebagian warga bahkan memilih menunda aktivitas karena akses utama benar-benar terputus.

Mahrus menambahkan, jalan yang longsor tersebut memiliki peran vital bagi kehidupan warga. 

Baca juga: Diguyur Hujan Selama 5 Jam, Bondowoso Diterjang Bencana Banjir dan Longsor

Selain menjadi jalur menuju pasar, akses itu juga digunakan untuk mengangkut hasil pertanian, membawa warga yang membutuhkan layanan kesehatan, hingga dilalui anak-anak sekolah setiap hari.

"Kalau jalan ini tidak bisa dilewati, dampaknya sangat terasa. Hampir semua aktivitas warga bergantung pada akses ini," katanya.

Dia menyebutkan, kerusakan jalan sudah berlangsung sekitar lima hari, namun hingga kini belum terlihat penanganan serius di lapangan. 

Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan perbaikan sekaligus langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Baca juga: Warga di Desa Pandan Sampang Madura Perbaiki Jalan Sendiri Hasil Live TikTok, Pemdes Disorot

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif, memastikan pihaknya akan segera melakukan peninjauan ke lokasi bersama tim teknis.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved