Material Bambu dan Sampah Sebabkan Sungai Pujon Meluap, Jalan Utama Malang–Kediri Tergenang

Banjir berasal dari aliran sungai di dekat Taman Makam Pahlawan (TMP) Pujon yang meluap tersumbat sampah dan bambu

Tayang:
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Kukuh Kurniawan
BANJIR - Kondisi banjir di Jalan Brigjen Abdul Manan Wijaya Desa Ngroto Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, Rabu (21/1/2026) malam. Banjir yang menerjang jalur utama Malang - Kediri itu terjadi karena sungai meluap akibat hujan deras dan tersumbat sampah. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir melanda Desa Ngroto Pujon akibat sungai tersumbat bambu dan sampah.
  • Rumah warga dan warung terendam, jalan utama Malang–Kediri sempat macet.
  • BPBD dan BBWS Brantas tangani sumbatan sungai, banjir surut pukul 21.32 WIB.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Jalan Brigjen Abdul Manan Wijaya Desa Ngroto Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, Jawa Timur diterjang banjir, Rabu (21/1/2026) malam.

Banjir berasal dari aliran sungai di dekat Taman Makam Pahlawan (TMP) Pujon yang meluap. 

Luapan air langsung membanjiri jalan yang juga menjadi akses utama Malang - Kediri serta masuk ke beberapa rumah warga.

Baca juga: Peduli Pemulihan Korban Bencana Banjir, Teman Baik Bantu Penyintas Aceh Tamiang

Hasil Asesmen

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan membenarkan adanya kejadian tersebut. 

Dari hasil asesmen, penyebab banjir terjadi karena aliran sungai tersumbat material bambu dan tumpukan sampah.

"Jadi, aliran sungai tersumbat material bambu dan tumpukan sampah ditambah kondisi cuaca hujan deras. Sehingga, aliran sungai meluap dan meluber ke jalan serta beberapa rumah warga," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Dirinya memyampaikan, bahwa kejadian itu juga sudah dilaporkan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas selaku penanggung jawab sungai.

"Persoalan ini sudah kami laporkan ke BBWS Brantas sebagai pengampu sungainya," tambahnya.

Data Banjir

Terkait data lanjutan termasuk jumlah  rumah warga yang terdampak, pihaknya menyampaikan masih dilakukan asesmen lebih lanjut.

"Saat ini, anggota kami sudah ke lokasi untuk melakukan pendataan dan melakukan penanganan lanjutan," terangnya.

Sementara itu, salah seorang saksi mata, Zainul menuturkan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, wilayah Pujon sedang dilanda hujan lebat.

Baca juga: Mobil Carry Tiba-tiba Terbakar saat Isi BBM di SPBU Kepanjen Malang, Pemilik Alami Luka Bakar

"Tiba-tiba, sungai yang berada di dekat Taman Makam Pahlawan (TMP) Pujon meluap hingga ke jalan. Semakin lama luapannya semakin tinggi dan semakin deras," ungkapnya.

Aliran banjir yang juga disertai lumpur tersebut menerjang hingga masuk ke dalam warung sate miliknya. Akibatnya, warung satenya tersebut dipenuhi lumpur hingga tidak bisa berjualan.

"Tadi masih berjualan seperti biasa, lalu banjirnya masuk ke warung saya dan semakin tinggi hingga selutut orang dewasa. Karena banjirnya sudah surut, ini saya sama istri bersih-bersih dan sementara waktu tidak berjualan," tandasnya.

Material Bambu

Dari pantauan di lokasi, satu unit mobil derek didatangkan untuk mengangkat beberapa material bambu yang menyumbat aliran sungai. 

Setelah material bambu diangkat, maka pada pukul 21.32 WIB aliran sungai kembali normal dan banjir langsung surut. Sedangkan arus kendaraan yang sebelumnya dilakukan buka tutup jalur, kini juga telah kembali normal.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved