Gus Idris Tanggapi Tuduhan Pelecehan Seksual Pada Talent Perempuan Konten Horor

Idris Al-Marbawy atau Gus Idris pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Malang buka suara soal tuduhan pelecehan seksual yang dialami seorang talent

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Luluul Isnainiyah
DUGAAN PELECEHAN : Gus Idris (kiri) bersama kuasa hukumnya mengaku tuduhan pelecehan seksual yang beredar di media sosial, Kamis (5/2/2026). 

Korban RNH tersebut yang juga berprofesi sebagai penyiar radio.

Peristiwa itu terjadi pada 28 Januari 2026 lalu dan belakangan menjadi sorotan publik setelah cerita RNH dan korban lainnya viral di media sosial.

Awal Mula Kejadian

Saat ditemui TribunJatim.com, RNH menceritakan awal mula dirinya tertarik mengikuti casting karena menemukan akun Instagram yang membuka lowongan talent video dengan iming-iming bayaran Rp 200 ribu. 

Tawaran tersebut mengharuskan talent datang cepat ke lokasi, tanpa proses casting terlebih dahulu.

Tertarik dengan tawaran tersebut, akhirnya perempuan berusia 28 tahun itu langsung menghubunginya karena memiliki waktu luang.

"Setelah saya hubungi, saya diminta untuk langsung menuju ke lokasi. Lokasinya itu berada di daerah Pakis, Kabupaten Malang,"

"Saat saya hampir sampai di lokasi, kemudian saya diminta menghubungi nomor orang lain, yang ternyata itu adalah kru dari pemilik ponpes itu," kata RNH.

Setibanya di lokasi, RNH mengaku sempat merasa yakin karena tempat tersebut tampak seperti rumah produksi (Production House) dan memiliki kanal YouTube dengan jumlah pelanggan mencapai 2 jutaan subscriber.

Namun, rasa tidak nyaman mulai muncul ketika briefing dinilai tidak profesional.

Saat itu RNH tak sendiri. Ia ditemani oleh adiknya dan juga talent lain berjenis kelamin laki-laki.

Baik RNH maupun talent pria tersebut, baru pertama kali ikut casting di tempat tersebut.

Proses syuting dilakukan melalui siaran langsung di YouTube dan TikTok tanpa alur cerita yang jelas. 

Dugaan Pelecehan
Seluruh proses disebut berlangsung improvisasi penuh, dengan peran yang kerap berubah di tengah jalan.

"Briefingnya cuma disuruh mengalir saja. Kita disuruh live, tapi tidak dijelaskan detail materi apa yang harus kita sampaikan, durasi, atau batasannya," kata RNH.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved