Ramp Check di Terminal Arjosari Malang Diperketat, Bus Tak Laik Jalan Bakal Langsung Ditindak

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Arjosari Malang terus meningkatkan kesiapan menjelang masa angkutan Lebaran. 

Tayang:
Penulis: Purwanto | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Purwanto
CEK - Petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Arjosari Malang melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check terhadap armada bus di Terminal Arjosari Malang, Selasa (3/3/2026) pagi 

 

Ringkasan Berita:
  • Terminal Arjosari memperketat ramp check menjelang mudik Lebaran Idul Fitri 2026 dengan pemeriksaan rutin harian.
  • Sebanyak 35 bus AKAP dan AKDP diperiksa, seluruhnya dinyatakan laik jalan secara administrasi dan teknis.
  • Bus yang tidak laik jalan saat masa Angkutan Lebaran akan langsung ditindak

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Purwanto

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Terminal Arjosari Kota Malang, meningkatkan pengawasan terhadap armada bus melalui pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check.

Pelaksanaan ramp check kendaraan dilakukan secara rutin terhadap seluruh armada bus penumpang yang beroperasi, Selasa (3/3/2026) pagi. 

Kepala UPT Terminal Arjosari, Mega Perwira Donowati, menegaskan bahwa pengecekan ini bukanlah hal baru, melainkan prosedur wajib harian bagi setiap kendaraan yang akan keluar dari terminal.

"Kegiatan pengecekan kendaraan ini sudah kami lakukan setiap hari sebagai kegiatan rutin dan wajib terhadap semua kendaraan yang akan keluar dari Terminal Arjosari," ujar Mega, 

"Jadi ini bukan hal yang baru atau hanya dilaksanakan di musim-musim tertentu saja," tambahnya. 

Dari pantauan Tribun Jatim Network, setidaknya terdapat 35 bus, baik Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), telah diperiksa. 

Baca juga: Jumlah Kedatangan Penumpang Bus AKDP Teminal Arjosari Malang Meningkat Saat Libur Panjang Isra Miraj

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, petugas tidak menemukan adanya pelanggaran signifikan.

Seluruh bus yang diperiksa dinyatakan laik jalan, baik dari sisi kelengkapan administrasi maupun teknis.

Usai pengecekan, petugas akan memasangkan stiker 'Inspeksi Keselamatan'. 

"Kami tadi juga cek semuanya mulai dari administrasi dan teknis semuanya laik jalan," jelas Mega. 

"Kalau setiap harinya ada 35 bus, jadi hari ini juga 35 an bus yang kami cek baik AKAP maupun AKDP," tambahnya. 

Baca juga: Ramp Check di Terminal Arjosari Malang. Petugas Temukan Kaca Depan Bus Retak Hingga Ban Vulkanisir

Tidak hanya bus, kondisi para sopir dipastikan dalam keadaan prima dan tidak di bawah pengaruh obat-obatan terlarang.

Pihak terminal telah berkoordinasi dengan Perusahaan Otobus (PO) untuk memastikan armada mereka dalam kondisi terbaik. 

Mega memberikan peringatan keras bahwa kendaraan yang ditemukan tidak laik jalan saat masa Angkutan Lebaran (Angleb) akan langsung ditindak tegas.

"Apabila nanti dalam kegiatan Angleb ditemukan kendaraan yang tidak laik jalan, akan kami langsung tindak dan akan kami ganti dengan armada yang laik jalan bagi penumpang," tegasnya.

Baca juga: Besok Hari Terakhir Daftar Mudik Gratis Kemenkum 2026, Hadirkan Rute Favorit di Jatim

Terminal Arjosari memprediksi akan ada dua gelombang puncak arus mudik, yakni pada tanggal 17 dan 20 Maret 2026.

Meskipun jadwal libur tahun ini tidak berbarengan, estimasi jumlah pemudik diperkirakan mencapai 5.000 hingga 7.000 orang. 

"Kami sudah berkoordinasi, kami memprediksi puncak arus mudik, terjadi pada tanggal 17 dan 20 Maret 2026 mendatang," tutur Mega. 

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak terminal menyiapkan 300 hingga 400 armada setiap harinya.

Selain itu, personel keamanan juga akan disiagakan di titik-titik rawan seperti pintu masuk, area penurunan penumpang, serta pusat informasi untuk menjamin kenyamanan pemudik. 

Baca juga: Pendaftaran Mudik Gratis Kemenhub 2026 Dibuka Mulai 1 Maret, Tersedia 34 Kota Tujuan

Sementara itu salah satu sopir bus jurusan Malang-Ciputat, Budi Satria mengungkapkan bahwa pemeriksaan yang dilakukan petugas meliputi berbagai aspek teknis dan keselamatan. 

"Iya tadi dicek kelengkapan administrasi dan peralatan pendukung. Tadi APAR (Alat Pemadam Api Ringan) juga di cek," terang pria 45 tahun itu. 

Dirinya bilang bahwa mendapat teguran karena kelengkapan kotak P3K, dan beberapa obat yang telah kedaluwarsa. 

"Iya tadi ditegur untuk mengganti kotak P3K, dan ada beberapa obat yang telah kedaluwarsa harus diganti," katanya. 

Budi Satria memprediksi lonjakan penumpang mulai terjadi pada H-15 hingga H-10 Lebaran. 

"Kalau sekarang kan masih sepi, biasanya pada H-15 hingga H-10 Lebaran akan ramai," jelas Budi

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved