Lebaran 2026
Puncak Arus Mudik Lebaran di Terminal Arjosari Malang Diprediksi 18 Maret, Petugas Siaga 24 Jam
Terminal Arjosari Malang menyiagakan berbagai fasilitas dan petugas untuk menghadapi peningkatan jumlah penumpang jelang arus mudik Lebaran
Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Terminal Arjosari Malang menyiagakan petugas 24 jam untuk melayani penumpang menjelang arus mudik Lebaran 2026, terutama keberangkatan malam hari.
- Pengamanan dan pelayanan juga didukung petugas Kementerian Perhubungan serta personel TNI AD yang berjaga di area terminal.
- Fasilitas terminal disesuaikan, seperti ruang tunggu yang tetap dibuka setelah pukul 23.00, peningkatan kebersihan toilet, serta layanan tarik tunai melalui kios.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Terminal Arjosari Malang menyiagakan berbagai fasilitas dan petugas untuk menghadapi peningkatan jumlah penumpang menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Sejumlah langkah dilakukan untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran layanan bagi para calon penumpang.
Kepala Terminal Arjosari, Mega Perwira Donowati, mengatakan pihaknya telah menyiagakan petugas selama 24 jam untuk melayani penumpang, terutama bagi mereka yang berangkat pada malam hari.
“Kami menyiagakan petugas selama 24 jam. Ketika ada penumpang yang keberangkatannya di atas pukul 23.00, tetap kami pandu agar mereka terlayani dan merasa aman,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Selain petugas terminal, dukungan juga datang dari berbagai pihak. Petugas dari Kementerian Perhubungan serta personel TNI AD, turut membantu pengamanan dan pelayanan di terminal. Setiap hari terdapat dua personel yang ditempatkan untuk mendukung keamanan di kawasan terminal.
Baca juga: Gelombang Arus Mudik Mulai Terasa di Kota Malang, Terminal Arjosari Akan Dapat Tambahan Armada Bus
Untuk memudahkan penumpang, sejumlah penyedia ojek online juga menempatkan karyawannya di ruang lobi dan ruang tunggu terminal guna membantu mengarahkan penjemputan penumpang.
Dari sisi fasilitas, pengelola terminal juga melakukan penyesuaian pada beberapa layanan. Ruang tunggu yang biasanya ditutup pada pukul 23.00 kini tetap dibuka karena masih ada keberangkatan bus menuju sejumlah daerah, termasuk Jawa Barat.
“Kebersihan toilet juga kami perhatikan agar penumpang tetap nyaman selama berada di terminal,” kata Mega.
Baca juga: Libur Lebaran 2026, Simak Jalur Alternatif ke Pantai Malang Selatan, Jangan Lewat Gondanglegi-Bantur
Terminal Arjosari juga menyediakan solusi sementara terkait kebutuhan penumpang untuk melakukan tarik tunai. Mengingat di dalam terminal belum tersedia mesin ATM, pihak terminal menunjuk salah satu kios untuk melayani penarikan uang tunai.
“Banyak sekali permintaan dari penumpang untuk bisa tarik tunai, sehingga kami menunjuk salah satu kios untuk membantu layanan tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, antusiasme masyarakat untuk mudik tahun ini dinilai cukup tinggi. Lonjakan penumpang mulai terlihat pada 13 Maret, bertepatan dengan hari terakhir aktivitas sekolah bagi pelajar.
“Pada tanggal 13 kemarin penumpang yang berangkat cukup tinggi. Setelah itu Sabtu dan Minggu mulai turun, tetapi animo masyarakat untuk mudik masih tinggi. Kami memprediksi puncaknya terjadi pada 18 Maret,” ujarnya.
Jika dibandingkan dengan hari biasa, jumlah penumpang saat ini mengalami peningkatan. Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlahnya masih sedikit lebih rendah.
Data tahun 2025 menunjukkan, puncak keberangkatan bus AKDP pada H-2 Lebaran mencapai 4.513 penumpang dengan 282 bus yang beroperasi. Sedangkan untuk bus AKAP, puncak arus mudik terjadi pada H-3 dengan 1.407 penumpang dan 23 bus.
Mega memastikan jumlah armada bus saat ini masih mampu mengakomodasi penumpang yang meningkat. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan operator bus untuk menyiapkan armada cadangan.
“Jumlah armada masih bisa memenuhi kebutuhan penumpang. Kami juga sudah koordinasi agar disiapkan armada cadangan, dan beberapa armada juga sudah kami cek keamanannya,” katanya.
Di Terminal Arjosari sendiri, kapasitas pengendapan bus mencapai 500 unit, sementara saat ini terdapat sekitar 300 bus yang beroperasi melayani penumpang.
Menjelang masa mudik, Mega mengimbau masyarakat yang akan bepergian agar mempersiapkan diri dengan baik. Penumpang diminta memastikan kondisi fisik dalam keadaan sehat, mengingat perjalanan yang cukup panjang.
Terminal Arjosari juga menyediakan posko kesehatan bagi penumpang yang membutuhkan layanan medis. Ia juga mengingatkan penumpang untuk membeli tiket hanya di loket resmi guna menghindari penipuan.
“Belilah tiket di loket resmi, jangan membeli di luar loket resmi,” tegasnya.
Bagi pengantar penumpang, pihak terminal menyediakan jalur khusus. Kendaraan pribadi dapat langsung masuk melalui jalur 1 untuk melakukan drop zone penumpang secara gratis, sebelum keluar melalui pintu samping jalur bus.
Sedangkan jalur 2 disediakan area parkir dengan kapasitas cukup luas untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Tarif parkir yang diberlakukan yakni Rp 3.000 untuk mobil dan Rp 2.000 untuk sepeda motor.
Nurull Saidah, seorang penumpang yang sedang menunggu di ruangan mengatakan bahwa akses di Terminal Arjosari menjadi lebih mudah. Penumpang tidak lagi harus lewat jalur atas jika ingin masuk ke jalur pintu bus.
“Lewat bawah sudah bisa, itu memudahkan penumpang daripada harus naik turun,” terangnya.
Sebagai penumpang, Saidah berpendapat perlunya ada tempat untuk tarik tunai di terminal. Terkadang, uang tunai dibutuhkan Ketika warung atau toko tidak menyediakan pembayaran non tunai.
“Saya kira butuh tempat seperti itu agar bisa diakses penumpang. Kadang kan warung tidak menyediakan non tunai,” ujarnya.
Saidah berencana mudik ke Surakarta. Ia mengaku selalu memilih mudik naik bus karena jadwalnya bisa fleksibel.
“Lebaran kali ini mudik bersama keluarga, seperti biasanya. Yang membedakan, kami tidak terlalu lama di kampung halaman. Harus kembali ke Malang untuk bekerja
| Penumpang Angkutan Lebaran di Bandara Banyuwangi Tumbuh 5 Persen, Penerbangan Naik 44 Persen |
|
|---|
| Sejarah Bulan Syawal Menjadi Waktu yang Dianjurkan untuk Menikah, Sempat Dianggap Tabu |
|
|---|
| Kemacetan di Ketapang Semakin Panjang, Mencapai 15 KM, Terbentang di Jalur Situbondo-Banyuwangi |
|
|---|
| Libur Lebaran 2026 Dongkrak Kunjungan Wisata Keluarga dan Religi di Lamongan, WBL Jadi Favorit |
|
|---|
| Arus Balik Masih Tinggi, 434 Ribu Penumpang Padati Stasiun Kediri hingga Madiun Selama Lebaran 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Bus-mengantre-masuk-jalur-di-Terminal-Arjosari-Senin-1632026.jpg)