Organda Kota Malang Singgung Realisasi Angkot Jadi Feeder Trans Jatim
Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang menyoroti belum jelasnya realisasi angkutan pengumpan (feeder) sejak beroperasi Trans Jatim
Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
Organda berencana kembali meminta audiensi dengan Wali Kota Malang agar ada kejelasan komitmen penataan transportasi publik.
“Kami ingin audiensi lagi dengan Wali Kota Malang. Program Malang Mbois dengan transportasi nyaman jangan setengah-setengah,” ujarnya.
Ia menegaskan, jika tata kelola transportasi publik tidak dibenahi serius, maka persoalan kemacetan akan terus berulang dari tahun ke tahun.
“Kalau begini saja, tidak ubahnya dengan rezim sebelumnya. Problem kemacetan tidak ada solusi,” katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara lisan telah mengusulkan penambahan dua hingga tiga koridor layanan transportasi Trans Jatim ke Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Usulan penambahan koridor itu untuk memperkuat konektivitas di wilayah Malang Raya.
Menurut Wahyu, kebutuhan transportasi publik lintas daerah semakin penting karena pergerakan masyarakat tidak hanya terjadi di dalam Kota Malang, tetapi juga melibatkan Kabupaten Malang dan Kota Batu.
“Saya minta ada dua atau tiga koridor tambahan, karena pergerakan masyarakat itu tidak hanya di dalam kota, tapi juga dari luar daerah,” ujarnya.
Wahyu menilai, layanan transportasi berbasis koridor antarwilayah seperti Trans Jatim terbukti lebih efektif dibandingkan konsep Buy The Service (BTS) dalam kota.
Wahyu mengusulkan sejumlah rute strategis yang dapat menghubungkan pusat-pusat mobilitas di Malang Raya, seperti Arjosari, Bandara Abdul Rachman Saleh, Kepanjen, hingga Kota Batu.
Wacana itu juga mendapat dukungan dari DPRD Kota Malang. Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi, mengatakan sejak awal pihaknya mendukung semakin banyak rute Trans Jatim yang masuk dan melayani wilayah Malang Raya.
“Semakin banyak koridor yang bisa dibuat oleh Dishub Jawa Timur bersama Dishub Kota Malang, tentu semakin baik,” ujarnya.
Menurut Dito, okupansi koridor Trans Jatim yang saat ini beroperasi sudah mencapai kapasitas penuh. Tingginya minat masyarakat menunjukkan kebutuhan transportasi publik yang terus meningkat.
“Koridor yang ada sekarang okupansinya sudah 100 persen. Antusias masyarakat sangat tinggi,” katanya.
Ia menyebut jumlah armada saat ini sekitar 15 unit dan dinilai belum ideal untuk memenuhi permintaan pengguna jasa.
| Wacana Koridor Baru Trans Jatim di Malang, Terminal Arjosari Nyatakan Kesiapan |
|
|---|
| Perkuat Konektivitas Malang Raya, Wali Kota Wahyu Hidayat Usul Tambah 3 Koridor Trans Jatim |
|
|---|
| Proyek Jalan Kembar Pasar Gadang Malang Dikerjakan Mei 2026, Target Rampung 7 Bulan |
|
|---|
| Perkuat Tata Kelola Kota: Pemkot Malang Ajukan 4 Raperda Strategis, Isu Narkotika hingga Investasi |
|
|---|
| Kota Malang Mulai Siaga Hadapi Kemarau, Waspadai Longsor hingga Kebakaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Angkutan-kota-berhenti-di-Terminal-Arjosari-yang-dioperasikan-oleh-Pemkot-Malang.jpg)