Organda Kota Malang Singgung Realisasi Angkot Jadi Feeder Trans Jatim
Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang menyoroti belum jelasnya realisasi angkutan pengumpan (feeder) sejak beroperasi Trans Jatim
Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
“Kalau idealnya 20 sampai 30 armada. Jadi perlu tambahan armada sekaligus rute baru,” jelasnya.
Komisi C DPRD Kota Malang mendorong agar rute menuju Terminal Arjosari dan wilayah Kepanjen bisa menjadi prioritas pengembangan layanan berikutnya.
“Kami sepakat mendorong penambahan rute dan armada untuk melayani Arjosari dan ke Kepanjen,” tegas Dito.
Meski sebelumnya usulan tersebut disebut belum masuk realisasi jangka dekat, ia menilai kondisi saat ini layak menjadi pertimbangan baru bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Kalau melihat kondisi sekarang, tentu perlu dikaji ulang agar bisa segera direalisasikan,” ujarnya.
Karena Trans Jatim merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dito menilai Pemkot Malang perlu aktif meyakinkan Pemprov soal urgensi tambahan koridor dan armada.
| Wacana Koridor Baru Trans Jatim di Malang, Terminal Arjosari Nyatakan Kesiapan |
|
|---|
| Perkuat Konektivitas Malang Raya, Wali Kota Wahyu Hidayat Usul Tambah 3 Koridor Trans Jatim |
|
|---|
| Proyek Jalan Kembar Pasar Gadang Malang Dikerjakan Mei 2026, Target Rampung 7 Bulan |
|
|---|
| Perkuat Tata Kelola Kota: Pemkot Malang Ajukan 4 Raperda Strategis, Isu Narkotika hingga Investasi |
|
|---|
| Kota Malang Mulai Siaga Hadapi Kemarau, Waspadai Longsor hingga Kebakaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Angkutan-kota-berhenti-di-Terminal-Arjosari-yang-dioperasikan-oleh-Pemkot-Malang.jpg)