Wacana Feeder Kota Malang

Feeder Trans Jatim di Kota Malang Masih Wacana, Organda Minta Pemkot Segera Bertidak

Enam bulan sejak beroperasinya layanan bus Trans Jatim di Kota Malang, rencana pengadaan angkutan feeder hingga kini belum juga terealisasi

Tayang:
Penulis: Rifki Edgar | Editor: Samsul Arifin
tribunjatim.com/Purwanto
FEEDER MALANG - Bus Trans Jatim koridor Malang Raya dengan nama Gajayana terparkir di kawasan Tugu Balai Kota Malang, Jawa Timur pada launching perdana, Kamis (20/11/2025) silam. Enam bulan sejak beroperasinya layanan bus Trans Jatim di Kota Malang, rencana pengadaan angkutan feeder hingga kini belum juga terealisasi. 

"Bayangannya, feeder ini keliling perumahan atau kampung, lalu mengarahkan penumpang ke shelter. Jadi ada integrasi yang jelas dan efisien," paparnya.

Selain aspek layanan, Organda juga menekankan pentingnya pemberdayaan pengemudi lokal dalam skema feeder. 

Menurutnya, program ini memiliki efek berantai terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya para sopir angkutan kota yang terdampak perubahan sistem transportasi.

"Ini multi efek. Pengemudi dapat penghasilan, keluarganya juga ikut terbantu. Makanya kami dorong agar pengemudi lokal diprioritaskan," tegasnya.

Bahkan, lanjut Purwono, terdapat ketertarikan dari investor untuk menghadirkan armada feeder baru yang lebih ramah lingkungan dan nyaman bagi penumpang.

Hal ini dinilai bisa menjadi momentum pembenahan wajah transportasi publik di Kota Malang.

"Kalau armadanya baru, nyaman, bahkan mungkin berbasis mobil listrik, masyarakat pasti tertarik. Mereka bisa meninggalkan kendaraan pribadi," ujarnya.

Namun demikian, hingga kini realisasi feeder masih sebatas wacana. 

Padahal, berdasarkan surat dari Gubernur Jawa Timur, Pemkot Malang disebut memiliki kewajiban untuk mendukung operasional Trans Jatim, termasuk melalui penyediaan feeder.

Organda pun menyayangkan lambannya proses tersebut, terlebih di tengah upaya mendorong transformasi transportasi publik yang lebih modern.

"Kami sudah berkali-kali mengingatkan. Jangan sampai ini terus jadi janji. Transportasi publik Malang ini butuh wajah baru," katanya.

Sementara itu, dalam waktu dekat, Pemkot Malang justru lebih memprioritaskan program angkutan pelajar yang direncanakan gratis dan dibiayai APBD. 

Meski mendukung, Organda mengingatkan agar feeder tetap menjadi perhatian utama karena menjadi bagian dari sistem yang lebih besar.

 "Angkutan pelajar jalan, kami dukung. Tapi feeder ini kewajiban yang tidak boleh dilupakan," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved