Kabar Gembira, TNBTS Temukan Dua Spesies Anggrek Langka di Gunung Semeru

Berdasarkan informasi dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), dua spesies baru tersebut adalah Anoectochilus papuanus

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/TNBTS
Spesies anggrek baru yang ditemukan di Gunung Semeru. Berdasarkan informasi dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), dua spesies baru tersebut adalah Anoectochilus papuanus dan Aconthophippium bicolor. 

Ringkasan Berita:
  • Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menemukan dua spesies anggrek baru di lereng selatan Gunung Semeru, yakni Anoectochilus papuanus dan Aconthophippium bicolor, yang menjadi catatan baru untuk Pulau Jawa dan Indonesia.
  • Kedua anggrek ditemukan di ketinggian 800–1.100 mdpl dan tergolong langka serta belum dievaluasi status konservasinya oleh IUCN. Proses identifikasi hingga publikasi ilmiah memerlukan waktu sekitar satu hingga dua tahun.

 

Laporan wartawan TribuJatim.com, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Spesies anggrek baru ditemukan di Gunung Semeru

Berdasarkan informasi dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), dua spesies baru tersebut adalah Anoectochilus papuanus dan Aconthophippium bicolor.

Pihak TNBTS telah selesai melakukan identifikasi menyeluruh pada tahun ini sebelum memastikan dua jenis anggrek baru tersebut. 

Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan TNBTS, Toni Artaka, mengatakan temuan Anoectochilus papuanus pertama kali terjadi pada 2022. 

Sedangkan Aconthophippium bicolor ditemukan pada 2023 di lereng selatan Gunung Semeru.

Temuan dua spesies baru itu berada di elevasi sekitar 800-1.100 meter di atas permukaan laut (mdpl). Temuan dua spesies anggrek ini menjadi kabar gembira untuk dunia konservasi di Jawa Timur.

"Sejak ditemukan sampai pengajuan jurnal ilmiah, butuh waktu sekitar satu sampai dua tahun. Setelah itu proses publikasi ilmiah. Penemuan dua jenis anggrek itu merupakan catatan baru untuk Pulau Jawa dan Indonesia," kata Toni, Rabu (20/5/2026).

Baca juga: Ada Tanaman Langka Sampai Obat, Paiton Energy dan POMI Bangun Biodiversity Garden Seluas 8.500 m2

Anoectochilus papuanus setinggi 12 sentimeter dengan ciri daun berurat. Ukuran daun antara 2 sentimeter hingga lima sentimeter. 

Warnanya perpaduan antara marun dan putih. Terdapat rambut halus pada seluruh bagian bunga.

Sedangkan Aconthophippium bicolor memiliki tinggi sekitar 60 sentimeter, terhitung mulai dari pangkal tanaman hingga ujung daun dan terdapat dua daun berwarna hijau yang bertahan sepanjang tahun. 

"Umbi semunya memiliki panjang hingga 20 sentimeter dan tumbuh merumpun. Bunganya memiliki ukuran diameter mencapai empat sentimeter, berbentuk menyerupai kendi, dan berwarna merah menyala berpadu kuning pucat," ujarnya.

Spesies Anoectochilus papuanus tercatat memiliki sebaran di Papua hingga Kepulauan Solomon. Lalu, untuk Acanthophippium bicolor diketahui tersebar di wilayah India dan Sri Lanka.

Toni menyatakan berdasarkan status global dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), Aconthophippium bicolor dan Anoectochilus papuanus masuk kategori not evaluated atau belum dievaluasi.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved