Berita Viral

Sosok Abu Janda atau Permadi Arya, Pegiat Medsos yang Diusir Keluar dari Acara Talkshow

Sosok Abu Janda diusir setelah menjalani debat panas. Debat itu membahas soal perang Iran vs Amerika Serikat-Israel.

Tayang:
Editor: Torik Aqua
Istimewa/Instagram @permadiaktivis2
DIUSIR - Permadi Arya alias Abu Janda, pegiat medsos yang diusir keluar saat acara talkshow. 

"Di situ dijelaskan mengapa Amerika turun tangan. Karena ketakutan Amerika bahwa Indonesia akan jatuh ke tangan komunis," ucap Ikrar.

Pakar politik itu lalu meminta Abu Janda untuk tidak menilai Amerika Serikat sebagai negara yang baik.

"Jangan anda pikir Amerika negara yang baik ya," ujar Ikrar.

Lagi-lagi Abu Janda memotong ucapan Ikrar, ia bahkan mengeluarkan kata 'anj*r'.

"Jangan menggunakan kata-kata itu," tegur Ikrar terhadap Abu Janda.

Setelah ditegur dan diminta tenang oleh Aiman, Abu Janda akhirnya diam.

Ikrar lalu melanjutkan penjelasannya soal propaganda Amerika Serikat di awal-awal kemerdekaan Indonesia.

Feri Amsari lalu menyoroti langkah Prabowo Subianto yang bergabung dengan Board of Peace (BOP) yang didirikan oleh Donald Trump.

Menurut Feri Amsari hal tersebut tidak etis, mengingat dalam BOP turut bergabung Israel.

Israel sendiri dinilai telah melakukan kejahatan perang di Palestina, termasuk serangan terhadap warga sipil dan anak-anak.

Feri Amsari kemudian mengingatkan jasa Palestina terhadap Indonesia.

Palestina adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto pada 1945.

Tak cuma itu, Feri Amsari juga membahas soal Muhammad Ali Taher.

Muhammad Ali Taher adalah saudagar kaya dan tokoh media asal Palestina (sering disebut sebagai bangsawan/raja media) yang menyumbangkan seluruh uangnya di Bank Arabia untuk mendukung kemerdekaan Indonesia.

Ia aktif melobi Liga Arab dan membantu pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia melawan Belanda di Timur Tengah.

"Kalau tidak ada bangsawan dari Palestina yang menyumbang untuk kemerdekaan bangsa ini, melalui Agus Salim belum tentu juga kita merdeka," kata Feri Amsari.

"Jadi kalau main hutang-hutangan sejarah, sebenarnya kita punya utang besar terhadap bangsa Palestina," imbuhnya.

Mendengar pernyataan tersebut, Abu Janda langsung mengamuk.

Ia menilai pernyataan Feri Amsari adalah hoaks.

"Hutang apaan bangsa kita kemerdekaan Palestina, hutang apaan bang? Jangan ngaco!" kata Abu Janda.

"Gue kasih tau ya, biar lo tau. Ada hoaks yang bilang katanya, Palestina negara pertama yang ngakui kemerdekaan Indonesia itu hoaks," imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Feri Amsari menyebut Abu Janda terlalu bersemangat namun keliru dalam memahami persoalan.

"Semangat betul dengan salahnya. Yang memberikan sumbangan kepada Agus Salim adalah bangsawan Palestina untuk bergerak di Timur Tengah dalam upaya kampanye kemerdekaan, itu bukan hoaks," kata Feri.

Perdebatan kemudian semakin memanas ketika Abu Janda kembali memotong pembicaraan dengan nada yang dianggap kasar.

Melihat situasi diskusi yang semakin tidak kondusif, Feri Amsari kemudian meminta Aiman Widjaksono sebagai pemandu acara untuk mengambil tindakan.

Apalagi Abu Janda sesekali menggunakan kata 'anjir' saat debat.

"Saya ingatkan, ini ruang publik, dengan mengungkapkan kekasaran, Bang Aiman, omongan seperti itu wajib hukumnya bagi Anda mengusir dia," kata Feri.

Menanggapi hal tersebut, Abu Janda justru menyatakan dirinya siap meninggalkan forum.

"Gak usah lu usir, dengan senang hati, gue pergi," celetuk Abu Janda.

Pernyataan itu langsung dibalas oleh Feri Amsari dengan sindiran.

"Silakan, dengan senang hati. Ketololan tidak dibutuhkan," sindir Feri.

Mendengar dirinya disebut tolol, Abu Janda semakin emosi dan melontarkan makian kepada Feri Amsari.

"Elu yang lebih toll goblk," kata Abu Janda.

Melihat situasi semakin tidak terkendali, Aiman Widjaksono akhirnya meminta Abu Janda keluar dari ruang dialog.

"Enggak boleh, enggak boleh, kalau Anda tidak bisa tertib, keluar! Keluar... Keluar...." teriak Aiman dengan lantang.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved