Berita Viral
Daftar Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024 yang Terjaring OTT KPK, Ada 2 Pejabat dari Jawa Timur
KPK menangkap sejumlah kepala daerah terduga kasus korupsi dalam operasi tangkap tangan.
Selama periode Februari-November 2025, Ardito Wijaya diduga menerima fee senilai Rp 5,25 miliar dari sejumlah rekanan atau penyedia barang dan jasa.
Selain itu, KPK menemukan bahwa Ardito menerima fee Rp 500 juta dari Mohamad Lukman Sjamsuri selaku Direktur PT EM untuk memenangkan paket pengadaan alat kesehatan Dinkes Lampung Tengah.
Baca juga: Sosok dan Kekayaan Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Kena OTT KPK, Dulu Tenar Nyanyi Cik Cik Bum Bum
8. Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang
Pada 19 Desember 2025, KPK membawa anak dan ayah yang menjadi tersangka kasus korupsi, ia adalah Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, dan ayahnya HM Kunang.
Dalam dugaan suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi ini, KPK juga menangkap pihak swasta selaku penyuap, yakni Sarjan.
Praktik "ijon" proyek keluarga Kunang ini dilakukan Ade Kuswara untuk tahun anggaran proyek 2025.
Kasus suap ini bermula setelah Ade Kuswara terpilih sebagai Bupati Bekasi, menjalin komunikasi dengan Sarjan selaku pihak swasta penyedia paket proyek di lingkungan Pemkab Bekasi.
Dari komunikasi tersebut, dalam rentang satu tahun terakhir, Bupati Ade rutin meminta ‘ijon’ paket proyek kepada Sarjan melalui perantara HM Kunang.
Total ‘ijon’ yang diberikan oleh Sarjan kepada Bupati Ade bersama-sama HM Kunang mencapai Rp 9,5 miliar.
Selain aliran dana tersebut, sepanjang tahun 2025, Bupati Ade juga diduga mendapatkan penerimaan lainnya yang berasal dari sejumlah pihak dengan total mencapai Rp 4,7 miliar.
9. Wali Kota Madiun, Maidi
Wali Kota Madiun, Maidi terjaring OTT KPK atas kasus pemerasan dengan modus fee proyek dan dana Corporate Social Responsibility (CSR), serta menerima gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.
KPK menetapkan status Maidi sebagai tersangka pada Selasa (20/1/2026).
Salah satu temuan KPK terkait kasus ini berkaitan dengan proyek pemeliharaan jalan Paket II di Kota Madiun dengan nilai Rp 5,1 juta. Dari nilai tersebut, jatah untuk Maidi disebut sebesar 6 persen.
Selain itu, terdapat pula soal gratifikasi senilai Rp 1,1 miliar dalam rentang waktu 2019-2022 yang dilakukan Maidi.
10. Bupati Pati, Sudewo
Pada hari yang sama, KPK juga mengumumkan Bupati Pati, Sudewo, sebagai tersangka atas dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Kabupaten Pati.
Sudewo disebut menarik tarif Rp 165-225 juta untuk setiap pengisian calon perangkat desa.
Tarif korup itu disertai dengan ancaman oleh Sudewo jika tidak mengikuti ketentuan maka formasi tidak akan dibuka pada tahun berikutnya.
Atas kelakuannya tersebut, Sudewo melalui Sumarjono telah mengumpulkan uang pemerasan sebesar Rp 2,6 miliar yang berasal dari delapan kepala desa di Kecamatan Jaken.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com
Komisi Pemberantasan Korupsi
KPK
kepala daerah
Operasi Tangkap Tangan
OTT KPK
korupsi
Tribun Jatim
TribunJatim.com
jatim.tribunnews.com
berita viral
| Tak Mau Balikan, Etik Digigit Mantan Sampai Tubuh Memar dan Tas Dirampas hingga Rugi Rp 20 Juta |
|
|---|
| Permintaan Melonjak Imbas Kebijakan Bupati, LPG Non Subsidi di Lumajang Langka |
|
|---|
| Daftar 10 Ilmuwan AS Hilang Misterius dan Masih Dicari FBI, Kebanyakan Terlibat Riset soal Nuklir |
|
|---|
| Busnan Tiba-tiba Tak Bernyawa Ketika Duduk Santai di Samping Masjid, Bawa Uang Tunai Rp 900 Ribu |
|
|---|
| Mantan Satpam Ngaku Pegawai Bank BUMN dan Tipu Pengusaha Modus Urus Kredit Rp 2 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Fadia-A-Rafiq-Bupati-Pekalongan-resmi-terjerat-OTT-KPK-pada-Selasa-ini-di-kantornya.jpg)