Berita Terpopuler
Viral Terpopuler: Donald Trump Diperingatkan Bos Minyak Hingga Bupati Cilacap Minta THR
Perusahaan minyak Amerika Serikat ingatkan pemerintahan Donald Trump. Hingga
Harga minyak dunia melonjak pada pembukaan perdagangan Senin (16/3/2026) seiring perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran memasuki pekan ketiga.
Konflik tersebut meningkatkan risiko terhadap infrastruktur energi sekaligus membuat jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terganggu, sehingga memicu potensi gangguan pasokan global.
Harga minyak mentah acuan global Brent crude oil melonjak 2,76 dollar AS atau sekitar 2,68 persen menjadi 105,90 dollar AS per barel pada pukul 22.04 GMT.
Sebelumnya pada Jumat, harga Brent juga telah naik 2,68 dollar AS.
Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat jenis West Texas Intermediate naik 2,29 dollar AS atau sekitar 2,32 persen menjadi 101 dollar AS per barel setelah sebelumnya menguat hampir 3 dollar AS pada sesi perdagangan sebelumnya.
Kenaikan harga minyak tersebut mencerminkan kekhawatiran pasar bahwa konflik di Timur Tengah dapat memicu krisis energi global jika gangguan pasokan terus berlanjut.
Apa yang akan terjadi jika krisis energi benar-benar berlangsung?
Krisis energi biasanya terjadi ketika pasokan energi seperti minyak bumi, gas alam, batu bara, atau listrik tidak mampu memenuhi permintaan global.
Hal ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, misalnya konflik geopolitik yang mengganggu pasokan energi, penurunan produksi sumber daya fosil, kegagalan transisi menuju energi terbarukan, atau lonjakan konsumsi energi secara tiba-tiba.
Secara global, krisis energi akan menyebabkan kenaikan harga energi secara drastis, inflasi di banyak negara, penurunan aktivitas industri, serta meningkatnya biaya transportasi dan produksi barang.
Dalam kondisi yang ekstrem, beberapa negara bisa mengalami pemadaman listrik bergilir, gangguan rantai pasokan global, dan bahkan ketidakstabilan sosial karena biaya hidup meningkat tajam.
Dalam konteks ekonomi global, krisis energi biasanya memicu perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia.
Baca juga: Transisi Energi Realistis: Paiton Energy Tekankan Pentingnya Gas demi Keandalan Listrik Nasional
Banyak sektor industri—seperti manufaktur, pertanian modern, transportasi, dan logistik—sangat bergantung pada energi yang stabil dan murah.
Ketika harga energi melonjak, biaya produksi ikut meningkat sehingga harga barang dan jasa juga naik.
Hal ini dapat memicu inflasi global dan menurunkan daya beli masyarakat.
Negara-negara yang sangat bergantung pada impor energi biasanya akan mengalami tekanan ekonomi yang lebih besar karena harus mengeluarkan lebih banyak devisa untuk membeli energi.
| Viral Terpopuler: Hukuman DC Pinjol Prank Damkar Hingga Kondisi Gadis yang Dibakar Paman |
|
|---|
| Jatim Terpopuler: Tanda Unik Koper Jemaah Haji Hingga Mobil Lexus Hendak Dirampas Debt Collector |
|
|---|
| Bola Terpopuler: Jay Idzes Rekrutan Termahal Sassuolo Hingga War Tiket Piala Dunia 2026 |
|
|---|
| Viral Terpopuler: Masa Sulit Angelina Sondakh di Penjara hingga Ortu Bocah Azril Diteror Rentenir |
|
|---|
| Jatim Terpopuler: Pemkab Ngawi Kalah Gugatan Pengisian Sekdes hingga Jemaah Haji Termuda di Ponorogo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump-bos-minyak-Bupati-Cilacap-peras-pejabat-setor-THR.jpg)