Berita Viral
Anggota Ormas Datangi Rumah Penjual Es Campur, Peras Rp 30 Juta Modus Uang Damai
Pedagang itu bernama Muhammad Anand Adiyanto (20) warga Kudus. Sehari-hari, Anand berjualan es campur di Jalan Sunan Muria, Kudus.
Ringkasan Berita:
- Anand, pedagang es campur, jadi korban pemerasan oknum ormas.
- Jalan Sunan Muria Kudus dan rumah korban jadi lokasi kejadian.
- Pemerasan berkedok “uang damai” capai Rp30 juta, polisi sedang menyelidiki.
TRIBUNJATIM.COM - Seorang pedagang es campur menjadi korban pemerasan oknum anggota organisasi masyarakat (ormas) sampai Rp30 juta.
Pedagang itu bernama Muhammad Anand Adiyanto (20) warga Kudus.
Sehari-hari, Anand berjualan es campur di Jalan Sunan Muria, Kudus.
Namun kondisi berubah saat Anand mendapatkan ancaman dari oknum anggota ormas.
Baca juga: Modus Test Drive Berujung Pemerasan, Pemuda Jombang Diciduk usai Larikan Motor Korban di Gresik
Ia menjadi korban pemerasan oknum anggota organisasi masyarakat (ormas) sampai Rp30 juta.
Anand merupakan PKL es campur sejak tujuh bulan lalu.
Dengan membawa sepeda motor matik lengkap dengan gerobak dan payung sebagai peneduh saat terik maupun pelindung saat hujan, Anand bertekad mandiri selepas lulus SMA.
“Saya jualan es campur di sini sudah tujuh bulan. Terpikir jualan es campur di sini karena umumnya jualan es campur di sini mangkal di warung, tidak keliling,” kata Anand.
Menggunakan motor, Anand bisa leluasa jualan dengan berkeliling.
Namun, tidak jarang dia mangkal di Jalan Sunan Muria, tepatnya di seberang SMP Negeri 1 Kudus atau depan Pengadilan Negeri Kudus.
Di sana, dia bisa menjual rata-rata 20 porsi es campur setiap hari dengan harga per porsinya Rp5.000.
Niat tulus berjualan Anand terusik saat dia menjadi korban pemerasan oknum anggota ormas.
Kejadian tersebut bermula saat awal Ramadan, ada anggota ormas yang menarik uang sebesar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu setiap hari.
Saat Anand ditarik uang oleh oknum ormas tersebut, ternyata ada kawan Anand yang merekam melalui video aksi penarikan uang tersebut.
meaningful
| Gadis Sopir Truk Tambang Mimpi Kerja di Australia, Rizki Pilih Jadi Operator Alat Berat |
|
|---|
| TKW Hancurkan Rumah Rp 150 Juta Sepulang dari Hongkong, Gaji Besar Tak Bisa Tutupi Fakta Pahit |
|
|---|
| Permintaan Tak Biasa Yai Mim Sebelum Meninggal Diungkap Istri, Selalu Bilang akan Pergi Duluan |
|
|---|
| Rajin Kasih Tausyiah dan Religius, Kepsek SMK Diam-diam Pengoplos LPG 3Kg di Gudang Sekolah |
|
|---|
| Kepsek Sempat Bertugas Sebelum Ditangkap Polisi Karena Oplos LPG 3 Kg, Manfaatkan Ruang Sekolah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kapolsek-Kudus-Kota-AKP-Subkhan-Muhammad-Anand-Adiyanto-berjualan-di-Jalan-Sunan-Muria-Kudus.jpg)