Perang Iran vs Israel Amerika

Perang Iran Bisa Picu Resesi Global, Negara Mana yang Paling Terdampak?

Negara mana yang paling terdampak dari terjadinya gonjang ganjing perekonomian global akibat dampak perang panas di Timur Tengah?

Penulis: Ignatia | Editor: Ignatia Andra
Kolase Tribunnews.com
ULTIMATUM - Kolase foto Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Selat Hormuz. Trump memberi tenggat waktu 10 hari atau hingga 6 April 2026 bagi Teheran untuk sepenuhnya membuka blokade di Selat Hormuz. Trump memastikan jika kesepakatan tidak tercapai dalam 10 hari ke depan, aset energi Iran tetap menjadi target utama militer AS, Jumat (27/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa eskalasi perang di Iran berisiko menyeret ekonomi dunia ke dalam jurang resesi.
  • Inggris menempati posisi puncak sebagai negara maju yang paling menderita akibat konflik ini.
  • Amerika Serikat juga tidak luput dari dampak negatif, meski tidak separah Inggris, juga banyak negara berkembang lainnya.

 

TRIBUNJATIM.COM - Perang yang terjadi di Timur Tengah ternyata bisa memicu hal buruk lainnya kepada negara yang ada di dunia.

Perang di Timur Tengah yang kini sedang menyeret berbagai urusan negara di dunia karena Selat Hormuz itu berdampak terhadap perekonomian global.

Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa eskalasi perang di Iran berisiko menyeret ekonomi dunia ke dalam jurang resesi.

Krisis di Timur Tengah ini telah menyebabkan ketidakpastian pasar yang berdampak pada pemangkasan perkiraan pertumbuhan global untuk tahun 2026.

Laporan World Economic Outlook (WEO) terbaru menunjukkan bahwa meski semua negara terdampak, tingkat kerentanannya sangat bervariasi tergantung pada ketergantungan energi dan posisi ekonomi awal mereka, dikutip TribunJatim.com via Kompas.com, Rabu (15/4/2026).

Negara mana saja yang paling terdampak oleh resesi global jika nanti terjadi?

Inggris: Negara G7 Paling Rentan

Inggris menempati posisi puncak sebagai negara maju yang paling menderita akibat konflik ini.

IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris sebesar 0,5 poin menjadi hanya 0,8 persen untuk tahun 2026.

Angka ini merupakan penurunan paling tajam di antara negara-negara anggota G7.

Selain pertumbuhan yang lambat, Inggris harus menghadapi inflasi yang melonjak hingga hampir 4 persen, dua kali lipat dari target pemerintah.

Hal ini disebabkan karena ekonomi Inggris sangat terpapar oleh kenaikan harga energi global dan berada dalam posisi lemah sejak akhir 2025.

Negara terdampak: Amerika Serikat dan Negara Berkembang

Amerika Serikat juga tidak luput dari dampak negatif, meski tidak separah Inggris.

IMF menurunkan perkiraan pertumbuhan AS tahun 2026 sebesar 0,1 poin menjadi 2,3 persen.

Di sisi lain, negara-negara berkembang dan pengimpor energi neto diprediksi akan menerima hantaman ekonomi yang sangat besar karena lonjakan biaya bahan bakar.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved