Perang Iran vs Israel Amerika

Perang Iran Bisa Picu Resesi Global, Negara Mana yang Paling Terdampak?

Negara mana yang paling terdampak dari terjadinya gonjang ganjing perekonomian global akibat dampak perang panas di Timur Tengah?

Penulis: Ignatia | Editor: Ignatia Andra
Kolase Tribunnews.com
ULTIMATUM - Kolase foto Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Selat Hormuz. Trump memberi tenggat waktu 10 hari atau hingga 6 April 2026 bagi Teheran untuk sepenuhnya membuka blokade di Selat Hormuz. Trump memastikan jika kesepakatan tidak tercapai dalam 10 hari ke depan, aset energi Iran tetap menjadi target utama militer AS, Jumat (27/3/2026). 

Seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (15/4/2026), Kepala Ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas menjelaskan risiko yang menghantui pasar global.

"Tentu saja setiap hari yang berlalu, dan setiap hari kita mengalami lebih banyak gangguan di pasar energi, kita semakin hanyut menuju skenario buruk," kata Pierre-Olivier Gourinchas.

Ancaman Resesi Global ke-5

Jika perang berlangsung intens hingga membuat harga minyak mentah melampaui 110 dollar AS per barel sampai tahun 2027, dunia akan masuk ke dalam "skenario parah".

Dalam kondisi ini, pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi jatuh ke angka 2 persen.

Sejak tahun 1980, dunia baru mengalami kondisi serupa sebanyak empat kali, termasuk saat pandemi Covid-2019 dan krisis keuangan 2008.

Situasi ini memicu kritik tajam dari Menteri Keuangan Inggris, Rachel Reeves, terhadap strategi militer Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump.

"Perang di Iran bukanlah perang kami, tetapi itu akan mendatangkan kerugian bagi Inggris. Ini bukanlah biaya yang saya inginkan, tetapi ini adalah biaya yang harus kami tanggapi," kata Rachel Reeves, dikutip dari The Guardian, pada Rabu (15/4/2026).

Reeves menambahkan kekecewaannya terkait ketidaksiapan strategi keluar dari konflik tersebut.

"Memulai konflik tanpa kejelasan mengenai apa tujuannya dan tidak jelas tentang bagaimana Anda akan keluar dari sana, saya pikir itu adalah sebuah kebodohan. Saya merasa sangat frustrasi dan marah karena AS terlibat dalam perang ini tanpa rencana keluar yang jelas, tanpa ide yang jelas tentang apa yang ingin mereka capai," kata Rachel Reeves.

Saran Kebijakan IMF

Untuk memitigasi kerusakan ekonomi, IMF menyarankan pemerintah dunia untuk fokus pada kebijakan fiskal yang sangat terarah.

"Langkah-langkah yang tidak tepat sasaran – batas atas harga, subsidi, dan intervensi serupa – memang populer. Namun langkah-langkah tersebut sering kali dirancang dengan buruk dan berbiaya mahal," kata Pierre-Olivier Gourinchas.

Ekonomi Iran lumpuh 36 jam pasca blokade AS

Militer Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa blokade diterapkan secara tidak memihak. 

Pembatasan aktivitas di pelabuhan-pelabuhan Iran berlaku bagi semua kapal, tanpa memandang asal negara armada itu berasal.

Kepastian tersebut disampaikan oleh U.S. Central Command atau Komando Pusat AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas operasi militer di Timur Tengah dan memimpin perang melawan Iran.

"Blokade tersebut diterapkan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan wilayah pesisir atau pelabuhan di Iran," kata CENTCOM melalui platform X resminya pada Rabu.  

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved